Perseru Badak Lampung FC

Berita Perseru Badak Lampung Terbaru, Satgas Anti Mafia Bola Dibentuk. Ini Kata Manajemen!

Berita Perseru Badak Lampung Terbaru, Satgas Anti Mafia Bola Dibentuk, Ini Kata Manajemen

Berita Perseru Badak Lampung Terbaru, Satgas Anti Mafia Bola Dibentuk. Ini Kata Manajemen!
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Ilustrasi. CEO Perseru Badak Lampung FC Marco Gracia Paulo (kanan). Berita Perseru Badak Lampung Terbaru, Satgas Anti Mafia Bola Dibentuk, Ini Kata Manajemen 
TRIBUNLAMPUNG.CO.IDBerita Perseru Badak Lampung terbaru, Polda Lampung secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Wilayah Lampung Jilid II.
Bertindak sebagai Kepala Satgas, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung Kombes Pol M Barly Ramadhany.
Di awal pembentukan ini, Satgas Anti Mafia Bola tersebut baru memantau pertandingan-pertandingan di Liga 1.
Diketahui, satu-satunya tim yang membawa nama Lampung berkancah di pentas Liga 1 nasional adalah Perseru Badak Lampung FC.
Klub yang diakuisisi dari Serui oleh pengusaha Marco Gracia Paulo tersebut saat ini menempati markas Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim.
Menanggapi pembentukan Satgas Anti Mafia Bola tersebut, Media Officer Perseru BLFC Imam Rizaldi menyambut baik apa yang dilakukan oleh Polda Lampung.
"Ya kalau untuk kebaikan sepak bola di Indonesia, khususnya di Lampung, kami sangat menyambut baik," kata Imam saat dimintai tanggapannya, Jumat 23 Agustus 2019.
"Terlebih bagi Perseru BLFC, yang memang punya visi misi sepak bola modern baik dari manajemen dan klub," imbuh Imam.
CEO Perseru BLFC Marco Gracia Paulo sebelumnya juga sudah pernah menegaskan komitmen klub untuk tidak terjebak dalam lingkaran hitam mafia bola.

Marco memastikan, jika manajemen Perseru Badak Lampung FC berkomitmen penuh untuk menjaga skuat Laskar Saburai, julukan Perseru Badak Lampung FC, dari mafia bola.

Hal tersebut ditegaskan CEO Perseru Badak Lampung FC Marco Gracia Paulo saat launching tim dan jersey yang akan digunakan anak asuh Jan Saragih tersebut, di GOR Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu 4 Mei 2019.

“Kami sampaikan tadi, profesional dan modern, memang saya tidak secara khusus bilang, kami akan memerangi mafia bola, tidak, tapi saya pastikan, kami jaga klub ini, tidak akan ada seperti itu (mafia bola),” tegas Marco disela-sela jumpa pers saat launching tim dan jersey, Sabtu 4 Mei 2019.

Salah satu kriteria pemain yang direkrut oleh manajemen, lanjut Marco, adalah memiliki integritas.

“Bagi kami integritas sangat penting," ucap Marco.

"Waktu kami pilih pemain, bukan hanya bisa bermain sepak bola saja."

"Tidak hanya untuk senior, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam pembinaan kami (U16)."

"Value (integritas) itu juga harus ada,” tegas Marco.

Langkah antisipasi yang harus dilakukan oleh jajaran manajemen, imbuh Marco, adalah menjaga agar klub sehat.

“Cara memerangi itu (mafia bola) seperti apa? Ya sudah jelas, harus menjadi klub yang sehat," ujar Marco.

"Secara keuangan kami harus sehat, tidak boleh telat gajian, tidak ada tunggakan dan lain sebagainya."

"Kalau itu (klub sehat) bisa terjaga, kami pun yakin bisa menjaga tim ini (dari mafia bola),” ucap Marco.

Berita Perseru Badak Lampung terbaru, awasi mafia bola di Lampung, Polda Lampung bentuk Satgas Anti Mafia Bola Wilayah Lampung Jilid II.
Kasatgas Anti Mafia Bola Wilayah Lampung Jilid II Kombes Pol M Barly Ramadhany mengatakan pembentukan satgas ini dalam rangka mewujudkan sepak bola Indonesia yang bersih, bermartabat dan berprestasi, khususnya di Lampung.
"Satgas ini perangkat dari Polda, kami ada beberapa satker yang dilibatkan sesuai arahan Satgas Pusat untuk mengawasi adanya penyimpangan dalam pertandingan sepak bola," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Res Krimum) Polda Lampung, Jumat 23 Agustus 2019.
Barly menuturkan, tugas pokok Satgas Anti Mafia Bola Wilayah Lampung Jilid II ini merupakan kepanjangan Satgas pusat yang mana mengawasi jika ada campur tangan atau penyimpangan khususnya judi bola.
"Tentu tugasnya untuk memenuhi permintaan masyarakat, dan sementara tugas kami mengawasi dan melakukan tindakan preventif," bebernya di Mapolda Lampung.
Barly menjelaskan untuk Satgas Anti Mafia Bola Wilayah Lampung Jilid II hanya melihat pertandingan liga 1 yang diadakan di Lampung.
Lanjutnya, sejauh ini belum ada indikasi adanya Mafia Bola yang bermain di pertandingan Liga 1.
"Sejauh ini belum ada, dan kami hanya melihat pertandingan Liga 1, tapi tidak menutup kemungkinan akan memantau liga 2 dan liga 3," bebernya.
Barly menambahkan, pihaknya akan mendirikan posko pengaduan bagi masyarakat jika menemukan indikasi adanya mafia bola.
"Posko akan dibuka di Polda Lampung, setiap pelapor identitas akan dirahasiakan dan setiap pertandingan akan berkoordinasi dengan Asprov PSSI Lampung setiap pertandingan," bebernya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Lampung, Eddy Samsu menyambut baik adanya pembentukan tim Satgas.
"Diharapkan dengan adanya satgas ini, masalah masalah Mafia Bola bisa terhenti atau bisa menghentikan niat niat yang akan merusak sepak bola," bebernya.
Eddy menambahkan pihaknya akan selalu berkoordinasi dan mendukung penuh usaha satgas anti mafia bola dalam memberantas orang yang mencari keuntungan pribadi.
"Apapun yang diperlukan, apapun baik data-data no telpon perangkat akan kami sampaikan," tandasnya.
(tribunlampung.co.id/noval andriansyah/hanif mustafa)
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved