Tribun Bandar Lampung

Hanya 2 Bulan, Pekerja Pengepakan Benih Lobster Ilegal Kantongi Upah Rp 20 Juta

Selama dua bulan itu, kesepuluh terdakwa sudah mengemas benih udang lobster sebanyak 20 kali pengiriman.

Hanya 2 Bulan, Pekerja Pengepakan Benih Lobster Ilegal Kantongi Upah Rp 20 Juta
Tribun Lampung/Hanif
Sebanyak 10 pekerja pengepakan benur lobster ilegal terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (23/8/2019). 

Hanya 2 Bulan, Pekerja Pengepakan Benih Lobster Ilegal Kantongi Upah Rp 20 Juta

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 10 pekerja pengepakan benur lobster ilegal terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (23/8/2019).

Mereka menjalani persidangan setelah tertangkap tangan sedang membungkus benur lobster di sebuah rumah kontrakan di Kampung Sawah Raya RT 006 Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Kamis (11/7/2019).

Sementara pemilik usaha sekaligus pemilik kontrakan bernama Ambarno alias Pak De menghilang saat anggota Polda Lampung melakukan penggerebekan.

Kesepuluh terdakwa tersebut adalah Zainudin (48), warga Jalan Banten Keramat Baru, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat; Sarmudi (23), warga Kampung Sabrang Timur, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten; Among Hidayat (32), warga Kampung Kadiri, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Lalu Alwi, warga Jalan Teluk Bone, Gang Bakau, Kampung Baru, Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung; Atok Hamidin, warga Jalan Banten, Kampung Sawah Raya, Kecamatan Telukbetung Barat; Martin, warga Kampung Pelelangan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selanjutnya Sugeng (43), warga Dusun Kebon Duren, Kecamatan Kepung, Kediri, Jatim; Ali (23), warga Kampung Ciletuh, Desa Penggarangan, Kecamatan Penggarangan, Kabupaten Lebak, Banten; Ahmad Rifa'i (22), warga Kampung Binauangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten; dan Arif Setyawan, warga Dusun Kebun Duren, Desa Kampung Baru,  Kecamatan Kepung, Kediri, Jatim.

Polisi Gulung 18 Tersangka, Amankan Benih Lobster Bernilai Rp 48,2 Miliar

Jual Benih Lobster Mutiara Tanpa Izin, Lima Nelayan Pesisir Barat Lampung Duduk di Kursi Pesakitan

Dalam persidangan perdana tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Ponco Santoso mengatakan, kesepuluh terdakwa pada hari Kamis (11/7/2019) sekira pukul 15.00 WIB bertempat di sebuah rumah di Kampung Sawah Raya, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, telah turut serta melakukan perbuatan, sengaja memasukkan atau memelihara ikan yang merugikan masyarakat, pembudidayaan ikan atau lingkungan sumber daya ikan, ke dalam atau keluar wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

"Perbuatan terdakwa berawal pada bulan Mei tahun 2019, saat Ambarno alias Pak De (buron) mengajak kesepuluh terdakwa bekerja sebagai buruh pengepakan benur udang lobster," ungkap jaksa.

Setelah itu, Ambarno mengajak kesepuluh terdakwa ke rumah kontrakannya di Kampung Sawah Raya, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved