Tips Agar Anak Mau Menaati Peraturan yang Dibuat Orangtua dari Psikolog

Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati mengatakan, peraturan bisa mencakup semua hal, seperti membereskan mainan..

Tips Agar Anak Mau Menaati Peraturan yang Dibuat Orangtua dari Psikolog
Ilustarsi - Tips Agar Anak Mau Menaati Peraturan yang Dibuat Orangtua dari Psikolog 

Tips Agar Anak Mau Menaati Peraturan yang Dibuat Orangtua dari Psikolog

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Dalam keseharian, anak harus diberikan peraturan. Tujuannya supaya anak memiliki kedisiplinan dan kemandirian hingga tumbuh dewasa.

Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati mengatakan, peraturan bisa mencakup semua hal, seperti membereskan mainan, membuang sampah pada kotak sampah, menaruh sepatu di rak sepatu, dan lainnya.

Namun yang harus diperhatikan orangtua, ketika memberikan peraturan, orangtua harus memberikan pemahaman dan pandangan kepada anak. Itu karena otak anak-anak masih berkembang. Selain itu, anak-anak juga belum memiliki kematangan emosi dan sosial.

Memberikan pemahaman dan pandangan itu dengan memberi tahu anak kenapa harus mengikuti peraturan. Misal anak tidak mau mengikuti peraturan kalau sepatu harus ditaruh di rak sepatu ketika pulang sekolah.

Orangtua harus memberi tahu, kalau sepatu tidak ditaruh di rak sepatu nanti sepatunya bisa terinjak-injak dan hilang. Setelah diberi tahu, lama kelamaan anak akan mengerti kenapa peraturan harus dituruti.

Setiap Anak Punya Kecerdasan Masing-masing, Ini Delapan Kecerdasan yang Dimiliki Anak

Jika perlu orangtua juga harus menjadi role model bagi anak. Misal kalau orangtua meminta anak buang sampah di kotak sampah, maka orangtua harus membuang sampah pada kotak sampah juga.

"Ada anak yang menjadikan orangtua sebagai role modelnya. Misal, ketika anak diminta untuk salat, anak akan berkata, papa saja tidak salat, kenapa aku harus salat?" ujar Octa.

Tips Memilih Sepatu untuk Anak, Jangan Lebih Besar dari Ukuran Kaki Anak

Setiap kali anak bisa mengikuti peraturan, orangtua bisa memberikan reward pada anak berupa pelukan, memberikan kue kesukaannya, dan sebagainya. Sebaliknya jika anak tidak mengikuti peraturan, anak bisa diberikan hukuman.

Tapi hukuman itu tidak boleh dengan dimarahi atau dicubit. Cukup dengan tidak memberikan reward pada anak. Misal hari ini anak tidak mau membereskan tempat tidurnya, anak tidak diberikan kue kesukaannya.

Orangtua juga harus mencari tahu kenapa anak tidak mau mengikuti peraturan. Jangan langsung judge anak, seperti anak lalai atau malas. Bisa jadi karena anak kesulitan mengikuti peraturan. Misal dia tidak menaruh kunci pada tempat yang disediakan setelah mengunci pintu karena tempat itu terlalu tinggi.

Begitupun saat anak lupa untuk mengikuti peraturan. Jangan sampai anak dimarahi, dicubit, atau di judge lalai. Justru orangtua harus mencari tahu kenapa anak bisa lupa.

Pada dasarnya anak-anak bisa diajak untuk mengikuti aturan. Hanya beberapa persen anak yang memiliki perilaku menentang. Anak seperti itu membutuhkan perhatian dan penanganan.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved