Disdikbud Lampung Susulkan Enam Cagar Budaya Jadi Warisan Sejarah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung memprioritaskan enam cagar budaya untuk diajukan sebagai warisan atau peninggalan sejarah.

Disdikbud Lampung Susulkan Enam Cagar Budaya Jadi Warisan Sejarah
Dokumentasi Tribun Lampung
PUGUNG RAHARJO - Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung memprioritaskan enam cagar budaya untuk diajukan sebagai warisan atau peninggalan sejarah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Lampung Arie Mardie Effendi menjelaskan enam cagar budaya itu ditargetkan untuk diregistrasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Adapun keenamnya mulai dari situs Batu Bedil dan Batu Gajah di Ulu Belu, Tanggamus; Palas Pasemah di Lampung Selatan; makam RadIn Inten di Lampung Selatan; serta Batu Iman dan Batu Cagur di Lampung Barat.

"Yang sudah itu baru Pugung Raharjo, Lampung Timur, dengan nilai sejarahnya. Di mana di kawasan itu lengkap, terdapat peninggalan-peninggalan dari zaman Pra-Hindu hingga Islam," kata Arie di ruang kerjanya, Jumat (23/8/2019).

Upaya meregistrasi enam cagar budaya ini, menurut Arie, merupakan langkah untuk melestarikan kebudayaan dan sejarah di Lampung.

"Kami ingin kebudayaan dan warisan zaman dulu ini menjadi sejarah bagi anak cucu kita nanti. Ini memang sudah menjadi tugas kami," ujarnya.

Sebelumnya, 25 karya dan budaya bukan benda Lampung diusulkan menjadi warisan nasional. Pengajuan ke Kemendikbud ini bertujuan menjaga karya dan budaya tak benda Lampung agar tidak diklaim milik daerah lain.

Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar menyatakan usulan 25 karya dan budaya tak benda sebagai warisan nasional telah disampaikan ke Kemendikbud.

"Kita berharap karya dan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung bisa dipatenkan sebagai warisan nasional," katanya di sela-sela penganugerahan rekor hak paten Fakultas Pertanian Universitas Lampung oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Gedung Serbaguna Unila, Kamis (22/8/2019).

Beberapa di antara 15 karya dan budaya tak benda itu seperti tapis dan seruit. Kemudian seni hadra ugan, ringget, panggeh, dan kakiceran. Untuk adat, ada cuak mengandan, muwaghen, bumbang aji, dan turun mendei.

Sementara untuk tradisi, mulai dari ngunduh damakh, ngejalang kubkho, hingga mukew sahur. Selanjutnya ada tari debingi dan tari ittar muli. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved