Tribun Bandar Lampung

Lada Hitam Lampung Alami Penurunan Produktivitas, Dewan Rempah Indonesia Ungkap Penyebabnya

Dewan Rempah Indonesia (DRI) Perwakilan Lampung Untung Sugiatno berencana akan mengembalikan kejayaan lada hitam Lampung.

Lada Hitam Lampung Alami Penurunan Produktivitas, Dewan Rempah Indonesia Ungkap Penyebabnya
Tribunlampung.co.id/Kiki
Sosialisasi tata kelola dan implementasi geografis lada hitam di Ruang Sungkai Balai Keratun, Senin (26/8/2019). 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Dewan Rempah Indonesia (DRI) Perwakilan Lampung Untung Sugiatno berencana akan mengembalikan kejayaan lada hitam Lampung.

Untung menyebutkan, ada beberapa permasalahan lada hitam yang menyebabkan produktivitasnya yang rendah.

Di antaranya, pemupukan tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman, penggunaan benih lada asalan, pemeliharaan tanaman kurang optimal, panen, dan pascapanen yang belum sesuai.

"Kesuburan lahan yang cenderung menurun akibat cara budidaya yang salah. Tapi bukan nyalahin petani ya, hanya saja kita perlu sosialisasi," kata Untung saat memaparkan materi dalam sosialisasi tata kelola implementasi indikasi geografis lada hitam di Ruang Sungkai Balai Keratun, Senin (26/8/2019).

Kata dia, serangan hama dan penyakit tanaman lada Busuk Pangkal Batang (BPB) dan penggerek buah cenderung meningkat.

Selanjutnya, ia mengungkapkan, sebagian besar tanaman sudah tua dan rusak sebanyak 58 persen sehingga produktivitas rendah.

Terakhir yang juga menjadi permasalahan dalam tata kelola lada hitam belum menerapakan sistem pengairan irigasi lahan kering pada budidaya lada.

Pemprov Lampung Akan Kembalikan Kejayaan Lada Hitam Lampung

Selain lada, DRI juga melihat banyak komoditi lainnya yang ada di Lampung.

"Setelah itu baru yang lainya, seperti pala dan cengkeh," bebernya.

Menurutnya, saat ini komuditi lada mengalami keterpurukan.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan dengan luas area tanaman lada seluas 45.778 Hektare , dan petani sebanyak 62.625 produktivitas lada hitam saat ini tidak maksimal.

Sebab, pada 2017 lalu dengan luas 45.778 Ha produksi lada mencapai 13.771 ton dari 449 kg/Ha.

"Oleh karena itu gairah petani saat ini menurun. Apabila petani hanya fokus terhadap lada dengan harga saat ini saya kira petani tidak bisa menghidupi keluraga, tuturnya.

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved