Satu Pendekar Silat Kena Bacok Saat Bentrok Dua Perguruan di Tuban, Korban Dirawat di ICU

Satu Pendekar Silat Kena Bacok Saat Bentrok Dua Perguruan di Tuban, Korban Dirawat di ICU

Satu Pendekar Silat Kena Bacok Saat Bentrok Dua Perguruan di Tuban, Korban Dirawat di ICU
tribunmadura
Satu Pendekar Silat Kena Bacok Saat Bentrok Dua Perguruan di Tuban, Korban Dirawat di ICU 

Dia menjelaskan, begitu mengetahui kejadian tersebut ia langsung berkabar kepada anggota PSHT lainnya, hingga berhasil mengamankan sejumlah pemuda dari oknum PN tersebut.

Sebagian yang diamankan dibawa ke Polres dan sebagian di Polsek.

Dari hasil perkembangan yang didapatnya, korban dari PSHT tak hanya satu yang mengalami luka bacok saja.

Melainkan ada 5-6 orang yang juga terluka di bagian kepala akibat lemparan batu dan benda lainnya.

"Ada yang luka bacok dan luka akibat lemparan batu juga. Yang luka bacok dirawat di RS di Bojonegoro," Bebernya.

Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Cabang Tuban, Abdul Mujib menyatakan, setelah ditelusuri atas kejadian tersebut memang benar ada anak PN. Tapi itu dari Bojonegoro.

Selain itu, acara tersebut sebenarnya merupakan acara anak rantau atau paguyuban Rembol dari Kabupaten tetangga, yang mengadakan acara di Kecamatan Singgahan.

"Itu semua bukan dari Tuban itu, kalau dari PN Tuban aman dan kondusif. Saya minta semua anggota PN Tuban untuk menjaga hubungan baik dengan semua Perguruan di setiap kecamatan," pungkasnya.

Keributaan dua perguruan pencak silat juga pernah terjadi di Kota Solo, pada Mei 2019 silam. 

Saat itu Perguruan silat PSHT dan Winongo terlibat bentrok, bahkan seorang anggota polisi dari Polres Wonogiri menjadi korban saat mengamankan tawuran antarkelompok massa dari dua perguruan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Romi Rinando
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved