Tribun Lampung Selatan

BREAKING NEWS - Dua Negara yang Kerap Jadi Tujuan Penyelundupan Benih Lobster dari Indonesia

BREAKING NEWS - Dua Negara yang Kerap Jadi Tujuan Penyelundupan Benih Lobster dari Indonesia

BREAKING NEWS - Dua Negara yang Kerap Jadi Tujuan Penyelundupan Benih Lobster dari Indonesia
Tribunlampung.co.id/Dedi
Ekspose tangkapan benih lobster di Mapolres Lamsel 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Singapura dan Vietnam menjadi dua negara yang kerap menjadi tujuan penyelundupan benih lobster dari Indonesia. Biasanya penyelundupan ini melalui jalur pelabuhan trandisional di wilayah Provinsi Kepulauran Riau dan melalui Jambi.

“Kemungkinan besar benih lobster ini diselundukan ke luar negeri. Jalur pelabuhan tradisional  yang berdekatan dengan perbatasan antar  negara kerap menjadi jalur yang digunakan,” terang penanggungjawab Balai Karainta Ikan kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni, Catur K Udianto kepada  tribun, rabu (28/8).

Menurut dirinya, biasanya benih lobster yang ditangkap terbanyak jenis pasir dan mutiara. Adanya upaya penyelundupan benih lobster ini dikarenakan di luar negeri tidak ada. Karenanya harganya cukup tinggi.

“Untuk di Indonesia, khususnya di pulau Jawa

BREAKING NEWS - Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 12,8 Miliar

biasanya pusatnya ada di Pangandaran dan Binuangen,” ujar Catur.

Menteri perikanan dan kelautan Susi Pujiastuti telah mengeluarkan peraturan menteri nomor : 56 tahun 2016 tentang larangan penankapan atau pengeluaran lobster, kepiting dan rajungan dari wilayah NKRI. Dimana salah satu poinnya menyebutkan setiaporang dilarang menjual benih lobster untuk budidaya hingga memiliki ukuran tertentu.

Bocah 4 Tahun di Mesuji Tewas Dianiaya Kakak Ipar Gara-gara Sering Buang Air Besar di Celana

BREAKING NEWS - Tiga Bulan 2 Kali Upaya Pengiriman Benih Lobster Digagalkan Polres Lamsel

Upaya perdagangan benih lobster secara illegal kembali terjadi. Jajaran Polres Lampung Selatan bersama dengan menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster dengan nilai mencapai Rp. 12,8 miliar.

Benih lobster tersebut digagalkan di rest area tol di kilometer 87 kecamatan Jati Agung pada selasa (27/8) sore kemarin. Saat diamankan tersangka yang membawa tidak dapat menunjukan dokumen apapun untuk pengangkutan benih lobster terseut.

Benih lobster illegal yang diamankan terdiri dari 83.198 ekor yang dikemas dalam12 box dan diangkut menggunakan kendaraan Daihatsu Terios F 1308 AB yang dikemudikan oleh Fedelis warga Lampung Tengah.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan mengatakan pihaknya mendapatkan informasi jika ada pengiriman benur lobster secara illegal. Dimana kendaraan yang membawa benih lobster illegal tersebut ada di rest area tol  Km 87.

“Tim langsung melakukan pengejaran di rest area KM 87. Mengamankan tersangka dengan barang bukti belasan box berisikan benih lobster,” terangnya saat ekspose di Mapolres Lampung Selatan.

Puluhan ribu benih lobster tersebut dibawa dari Serang Banten dan akan dikirimke Menggala Tulang Bawang atas perintah seseorang.  Diduga benih lobster tersebut akan dikirim ke wilayah Jambi untuk diselundupkan ke Singapura.

“Pola penyelundupan benih lobster ini terputus. Seakan-akan dikirim ke Menggala. Tetapi nantinya akan dikirim ke wilayah Jambi. Baru nantinya diselundupkan ke luar negeri,” ujar mantan Kapolres Pesawaran itu.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved