Ini Alasan Mengapa Anak Harus Cukup Istirahat Minimal Tidur Delapan Jam Sehari

Tak sedikit orangtua yang merasa cemas karena memiliki anak balita dengan pola tidur kurang sehat.

Ini Alasan Mengapa Anak Harus Cukup Istirahat Minimal Tidur Delapan Jam Sehari
Tribunlampung.co.id/Sulis
Psikolog Retno Riani MPsi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Tak sedikit orangtua yang merasa cemas karena memiliki anak balita dengan pola tidur kurang sehat. Seperti tidak pernah tidur siang dan tidur malam terlalu larut.

Psikolog Retno Riani MPsi menerangkan, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika anak usia balita enggan tidur siang atau tidak terbiasa tidur siang. Karena di usia tersebut biasanya anak asyik melakukan eksplorasi.

"Jadi sebenarnya nggak akan berdampak ke psikologisnya sekalipun anak tidak terbiasa tidur siang. Karena yang terpenting bagi anak adalah istirahat cukup minimal delapan jam sehari semalam," beber dosen UIN itu.

Jadi untuk istirahat maksimal bisa dilakukan malam hari saat jam tidur. Menurut Retno, anak juga tidak selalu melakukan aktivitas fisik yang melelahkan.

Saat anak hanya duduk itu juga sudah termasuk dalam istirahat sehingga meskipun tidak tidur siang, anak juga memiliki waktu istirahatnya sendiri.

Namun akan berbeda kondisi jika anak tidak tidur siang dan tidur terlalu larut di malam hari. Tentunya akan berdampak kurang baik bagi kesehatan anak.

Untuk itu penting membiasakan anak tidur malam mulai jam 9. Terlebih jika tidak tidur siang, biasanya anak lebih cepat tidur di malam hari.

Tips Tingkatkan Daya Ingat Anak

Tips Agar Anak Mau Menaati Peraturan yang Dibuat Orangtua dari Psikolog

"Jadi tinggal pembiasaan dari orangtuanya dalam mengatur jam tidur yang efektif bagi anaknya. Tidak tidur siang tidak masalah, yang penting tidur cukup di malam hari," ungkapnya.

Orangtua harus memastikan bahwa buah hati memiliki pola hidup yang sehat dan memiliki waktu istirahat cukup. Hal ini mengingat bahwa memiliki istirahat cukup bisa menunjang tumbuh kembang anak dengan lebih baik.

Anak yang kurang tidur atau istirahat biasanya akan sulit konsentrasi, menyebabkan pikiran kurang fokus dan lambat.

Anak-anak yang terbiasa tidur larut malam juga meningkatkan risiko malas dan mudah mengantuk saat siang. Anak juga menjadi cepat lelah dan lemas.

(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved