Tribun Metro

25 Anggota DPRD Terima Pin Berbahan Kuningan

Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Metro memastikan tidak ada pemberian emas terhadap 25 anggota dewan periode 2019-2024.

25 Anggota DPRD Terima Pin Berbahan Kuningan
Tribunlampung.co.id/Deni
ILUSTRASI 

25 Anggota DPRD Terima Pin Berbahan Kuningan

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Metro memastikan tidak ada pemberian emas terhadap 25 anggota dewan periode 2019-2024.

"Enggak. Kita enggak seperti berita (DPRD Jakarta). DPRD Kota Metro tidak menggunakan pin emas, yang digunakan itu pin dari kuningan untuk lima tahun ke depan," beber Ade Erwinsyah, Kabag Umum Sekwan DPRD Metro, Kamis (29/8).

PAN dan PKB Bentuk Fraksi Gabungan di DPRD Metro

Dijelaskannya, sejak dulu DPRD Kota Metro tidak pernah menggunakan pin emas, tapi kuningan. Bahkan, terusnya, untuk 25 anggota dewan dana yang dihabiskan untuk pin bahan kuningan sebesar Rp 4 juta.

"Jadi pin kuningan itu diberikan hanya sekali selama satu periode jabatan (lima tahun). Nah, pin diberikan pada saat dilantik sebagai anggota DPRD. Dan satu pin harganya berkisar Rp 160 ribu, itu sudah termasuk pajak," bebernya.

DPRD Metro Minta Segera Bahas Anggaran Pilkada

Sementara Sekwan DPRD Kota Metro Budiono menjelaskan, saat ini dewan tengah fokus pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD). Dimana lima partai politik (parpol) telah melaporkan struktur fraksi.

"Hanya tersisa satu fraksi, yang diperkirakan gabungan dari partai PKB dan PAN. Yang sudah Golkar, PDIP, PKS, NasDem, dan Demokrat. Untuk ketua, Kun Komariyati Fraksi Golkar, Abdulhak NasDem, Yulianto PKS, Basuki PDIP dan Basuli Rahmad Demokrat," ungkapnya.

Ia menambahkan, selesai pembentukan fraksi, baru akan dilakukan penyusunan tata tertib (Tatib).

Setelah itu pengusulan Ketua definitif DPRD dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Pihaknya berharap, September pembentukan selesai dikerjakan.

"Karena dewan dan pemerintah akan segera membahas APBD 2020. Dimana sesuai aturan pusat, itu harus diusulkan paling lambat 30 November. Jadi memang jadwal sangat padat," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved