Tribun Bandar Lampung

Debit Air PDAM Way Rilau Turun 10 Cm

Debit air Perusahaan Daerah Air Minum Way Rilau, Bandar Lampung, mengalami penurunan pada musim kemarau saat ini.

Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
INSTALASI PENGOLAHAN AIR PDAM - Petugas PDAM Way Rilau, Bandar Lampung, siaga di lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) II, Jumat (30/8/2019). Air di IPA II ini bersumber dari Kali Belau, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Debit air Perusahaan Daerah Air Minum Way Rilau, Bandar Lampung, mengalami penurunan pada musim kemarau saat ini. Ini terbaca dari turunnya permukaan sumber air sekitar 10 centimeter pada instalasi PDAM.

"Seperti data yang baru saya dapat, hasil dari IPA (Instalasi Pengolahan Air) I dan IPA II, debit air 558 liter per detik per pukul 14.00 WIB hari ini," kata Kepala Bagian Distribusi PDAM Way Rilau Adnan Heri, Jumat (30/8/2019).

Pada kondisi normal, jelas Adnan, debit air sebagai sumber air PDAM mencapai 695 liter per detik. Namun kini turun menjadi 558 liter per detik yang terlihat dari turunnya permukaan sumber air sekitar 10 cm.

"Kami baru saja melakukan pengecekan air baku di intake (bendungan air). Ada penurunan sekitar 10 cm," ujar Adnan. "Biasanya, kami hidupkan tiga pompa. Mulai tadi pagi, jadi dua pompa. Satu pompa kurang lebih menghasilkan air 70-80 liter per detik," imbuhnya.

Meskipun sumber air turun 10 cm dari kondisi normal, menurut Adnan, penurunan tersebut belum terlalu berarti. Karenanya, ia memastikan pelayanan distribusi air kepada para pelanggan belum terganggu sampai akhir Agustus ini.

"Nanti setelah awal Januari 2020, kami akan melakukan survei, pengecekan kembali seperti apa kondisi air permukaan. Jadi, kami belum berani menyampaikan sekarang seperti apa kondisi awal September nanti," katanya.

Apabila debit air baku belum bertambah karena belum turun hujan, Adnan menyatakan pihaknya terpaksa mendistribusikan air secara bergiliran.

"Misal, di wilayah sini kami gilir, enam jam mati. Di wilayah lain, enam jam sampai tiga shift," jelas Adnan. 

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved