Tribun Bandar Lampung

Tak Lagi Muda, Kepala Kemenag Bandar Lampung Mahmuddin Tetap Tenis 1-2 Set

Kepala Kementerian Agama Bandar Lampung Mahmuddin Aris Rayusman kerap mengisi waktu senggang dengan berolahraga.

Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin
Kepala Kemenag Bandar Lampung Mahmuddin Aris Rayusman saat memberi keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Kementerian Agama Bandar Lampung Mahmuddin Aris Rayusman kerap mengisi waktu senggang dengan berolahraga. Ada dua olahraga kesukaannya: tenis lapangan dan badminton.

"Hobi itu sudah lama. Sejak kuliah PGA (Pendidikan Guru Agama) di Tanjungkarang memang sudah hobi olahraga," kata Mahmuddin, Minggu (1/9/2019). "Bagi saya, olahraga bikin badan jadi fresh," lanjutnya.

Hingga kini, Mahmuddin masih rutin olahraga tenis lapangan atau badminton. Di kantor pun ia menyempatkan berolahraga. Waktunya setiap Jumat, dari pukul 07.30 hingga 09.30 WIB.

"Pokoknya, harus ada gerakan lah," ujarnya.

Mahmuddin biasanya berolahraga tenis lapangan atau badminton bersama karyawan Kemenag lainnya. Termasuk saat masih bertugas di Kantor Wilayah Kemenag Lampung.

"Nah kalau di luar kantor, seperti tenis lapangan, itu di belakang Stadion Pahoman," imbuhnya.

Ia biasa bertenis lapangan ria setiap Sabtu. Karena usia sudah tidak muda lagi, durasi bermain pun terbatas.

"Ya misal mampunya satu atau dua set, ya sudah segitu aja. Intinya biar tetap fresh," katanya.

Terkait pekerjaan, Mahmuddin menyebut prinsip dalam bertugas adalah kebersamaan dan gotong royong. Sesulit apa pun pekerjaan, baginya akan terasa lebih mudah jika mengerjakannya dengan kebersamaan.

"Maka harus saling koordinasi. Misal, staf harus minta petunjuk kasinya (kepala seksi). Sementara kasinya harus minta petunjuk dengan kepalanya. Sehingga, organisasi memang betul-betul berjalan," paparnya.

Bagaimana dengan keluarga? Menurut Mahmuddin, waktu dengan keluarga merupakan momen langka.

"Ketika di rumah (libur kerja), saya keluar. Misal, mengunjungi anak di pondok pesantren di Yogyakarta. Yang penting, anak-anak bisa mengobati kangennya," tutur Mahmuddin. 

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved