Universitas Lampung

Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop

Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Lampung (Unila) selenggarakan “Workshop dan Validasi Pelaporan Data PPDIKTI Semester Ganjil TH.2019.

Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop
Ist
Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Lampung (Unila) selenggarakan “Workshop dan Validasi Pelaporan Data PPDIKTI Semester Ganjil Tahun 2018/2019”, di Kampung Wisata Tabek Indah, Natar, Lampung Selatan, Rabu (28/8/2019).

Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop
Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop (Ist)

Peserta worskhop antara lain para wakil dekan bidang akademik dan kerja sama, wakil direktur bidang akademik, ketua LP3M, ketua program studi, kepala bagian, kepala subbagian, dan operator akademik fakultas di lingkungan Universitas Lampung.

Nampak hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Bujang Rahman mewakili Rektor sekaligus membuka acara.

Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop
Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop (Ist)

Dalam sambutannya Bujang menerangkan, workshop yang diselenggarakan hari ini bertujuan untuk updating data. Persoalan data yang cukup krusial dalam pengembangan Perguruan Tinggi saat ini maupun yang akan datang menjadi hal penting untuk dikaji lebih detil.

Salah satu contoh, kata Bujang, mulai tahun penerapan sistem pengelola ijazah secara nasional sudah diberlakukan sehingga tidak ada lagi lulusan Unila yang nomor ijazahnya tidak menggunakan nomor nasional.

Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop
Updating Data PPDIKTI, BAK Gelar Workshop (Ist)

Coba bayangkan jika ada lulusan Unila yang nomor ijazahnya menggunakan nomor yang tidak terdaftar di kementerian. Hal itu tentu akan berdampak sangat luas. Maka itu sejumlah data diperlukan untuk menjamin validitas program ini, baik data yang bersifat akademik maupun nonakademik.

Melalui workshop Bujang berharap, semua program studi (prodi) dapat memastikan keaktifan datanya di kemenristekdikti. Baik data prodi, dosen, mata kuliah, nilai, dan lainnya.

Dalam arti luas, data juga menentukan posisi Unila di tengah-tengah Perguruan Tinggi di Indonesia. Sebab, indikator pemeringkatan terdiri dari input, proses, output, dan outcome. Dan bobot tertinggi justru berada pada output dan outcome.

“Outcome itu mencapai 35 persen. Jadi sangat disayangkan jika data-data siap pakai yang menjadi dasar pemeringkatan tidak dilaporkan atau terpublikasi. Itu sangat berefek pada posisi Unila saat ini dan yang akan datang,” pungkasnya.

Mantan Dekan FKIP ini juga mengingatkan, ke depan penilaian pemeringkatan mulai bergeser dari institusional menuju personal atau individual. Oleh karena banyak sekali kelemahan dalam bidang data maka paradigma ini harus dipahami bersama.

“Jika tidak, maka kebijakan yang dikeluarkan pimpinan tidak akan punya efektivitas sama sekali,” tegasnya.

Dirinya berharap, workhsop selain mengupdate data dapat juga menjadi wahana untuk introspeksi diri. “Mari budayakan berkontribusi terhadap entry point yang dihasilkan institusi kita. Jangan sekadar menerima materi, tapi follow up dalam bentuk perbaikan data untuk menggambarkan posisi real Unila”.

Sejumlah materi pada kegiatan tersebut disampaikan Kasubbag Sarana Pendidikan BAK Unila Bambang Sundari, S.Kom., mengenai “Pemaparan Tentang Data PDDIKTI dan Pentingnya Bagi Perguruan Tinggi Serta Klasterisasi Perguruan Tinggi 2019” dan “Penyampaian Teknis dan Kendala Pelaporan PPDIKTI Semester Ganjil 2018/2019”.

Materi selanjutnya disampaikan Kabag Akademik BAK Unila Ir. Yuli Kaesih mengenai “Perubahan Layanan PPDIKTI Serta Penomoran Ijazah Nasional”. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved