Tribun Bandar Lampung

Air dari Groundtank Tak Layak Minum, BPBD Minta Bantuan PDAM Suplai Air Bersih

Pemkot Bandar Lampung membahas antisipasi dampak kekeringan dalam rapat koordinasi di kantor pemkot, Selasa (3/9/2019).

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Yoso Muliawan
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
RAKOR DAMPAK KEKERINGAN - Sekretaris Kota Bandar Lampung Badri Tamam memimpin rapat koordinasi dengan peserta sejumlah pihak terkait di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (3/9/2019). Rakor ini beragendakan Pembahasan Tindak Lanjut Surat Kementerian Dalam Negeri tentang Antisipasi Dampak Kekeringan di Bandar Lampung. 

BMKG Lampung memprediksi kondisi cuaca pada September ini akan lebih kering dari Agustus. BMKG pun telah mengeluarkan peringatan terkait potensi kekeringan hingga 80 persen pada bulan ini.

"Kami sudah mengeluarkan warning lewat media sosial bahwa pada September ini peluang terjadinya kekeringan 80 persen," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto yang mengikuti rakor di Pemkot Bandar Lampung, Selasa (3/9/2019).

Dengan kondisi demikian, BMKG juga memprakirakan kesediaan air tanah dan air hujan sangat sedikit pada September ini. Secara umum, papar Rudi, wilayah Lampung akan mencapai puncak kemarau, meskipun tak serta merta tidak ada hujan.

"Ada hujan, tapi tidak masuk kategori musim hujan. Peluang hujan seperti di Lampung Barat dan seperti Minggu (1/9/2019) kemarin ada hujan di wilayah Lampung bagian utara dan selatan. Itu karena ada gangguan cuaca dan pelambatan aliran udara," terangnya. 

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved