Breaking News:

Penyelundupan Bibit Lobster di Krui

BREAKING NEWS - Pemilik Ribuan Benur Lobster Melarikan Diri Saat Digerebek Polisi

BREAKING NEWS - Pemilik Ribuan Benur Lobster Melarikan Diri Saat Digerebek Polisi

Penulis: Ade Irawan | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Ade
benur lobster - Pemilik Ribuan Benur Lobster Melarikan Diri Saat Digerebek Polisi 

BREAKING NEWS - Pemilik Ribuan Benur Melarikan Diri Saat Digerebek Polisi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMBAR -  Polsek Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), berhasil mengamankan sekitar 10.300 ekor benih lobster (benur) jenis lobster pasir, yang diperkirakan seharga Rp1,5 miliar, sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu malam (4/9/2019).

AKBP Doni Wahyudi Kapolres Lampung Barat menerangkan saat  ini pihaknya masih pemeriksaan terhadap pelaku.

"Sekarang masih dalam tahap pemeriksaan," ucapnya seusai  Kamis (5/9/2019).

Pengamanan benur lobster ini berawal saat anggota Polsek setempat menggelar operasi patuh Krakatau 2019 di jalan lintas barat (jalinbar) tepatnya di Pekon Padang Haluan, kecamatan Krui Selatan, sekitar pukul 22.00 WIB semalam.

Saat kegiatan operasi patuh anggota mencurigai adanya dua orang pengendara sepeda motor atas nama Evin Rifaldo warga kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesir Tengah, dan Raimon Sobirin warga Pekon Gunung Kemala Kecamatan Way Krui, yang membawa tas ransel dari arah Pesisir Selatan hendak menuju Pesisir Tengah.

BREAKING NEWS - Polsek Pesisir Tengah Amankan 10.300 Benur Lobster Pasir Senilai Rp 1,5 Miliar

Karena curiga, lanjutnya, anggota langsung melakukan penggeledahan dan ternyata ada galon air ukuran kecil yang berisi benur sekitar 3.800 lebih benih lobster yang hendak di bawa ke pengepul di Pesisir Tengah. Sehingga total benur yang diamankan 10.300 ekor.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan jajaran polsek langsung melakukan penggerebekan di lokasi rumah yang diduga dijadikan penampungan benur.

Selain mengamankan pemilik rumah yang dijadikan tempat pengepulan benur, juga berhasil diamankan dua orang yakni Joni Pahlevi dan Eriyawan kedua warga Pasar Kota Krui yang bertugas sebagai penyortir.

Sedangkan, saat dilakukan penggerebekan pemilik baby lobster berinisial H, warga Kelurahan Pasar Krui, berhasil melarikan diri.

(Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved