Pengiriman Burung Liar Tanpa Dokumen

BREAKING NEWS - Bawa Ribuan Burung Liar Tanpa Dokumen, Ini Upah yang Diterima Sopir dan Kondektur

BREAKING NEWS - Bawa Ribuan Burung Liar Tanpa Dokumen, Ini Upah yang Diterima Sopir dan Kondektur

BREAKING NEWS - Bawa Ribuan Burung Liar Tanpa Dokumen, Ini Upah yang Diterima Sopir dan Kondektur
Tribunlampung.co.id/Dedi
Bawa Ribuan Burung Liar Tanpa Dokumen, Ini Upah yang Diterima Sopir dan Kondektur 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan upaya pengiriman burung-burung liar yang tidak dilengkapi dokumen resmi di sea pelabuhan Bakauheni, kamis (5/9) malam sekitar pukul 22.30 wib.

Ribuan burung liar ini diamankan dari Bus PO Pahala Kencana jurusan Metro – Bandung. Burung-burung yang dimasukan dalam keranjang buah ini tidak dilengkapi dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan.

Kapol KSKP Bakauheni AKP M. Indra Parameswara mengatakan burung liar yang diamankan terdiri dari cucak biru, cucak ranting, kolibri, pleci, prenjak, ciblek, gelatik, tengkek buto dan poksai.

“Burung-burung liar tanpa dokumen ini kita amankan dalam pemeriksaan rutin di sea port interdiction pelabuhan Bakauheni. Burung-burung ini kita amankan dari sebuah bus jurusan Metro – Bandung,” kata dia, jumat (6/9).

Menurutnya, keranjang yang berisikan burung ini diletakkan di dekat toilet bus. Total jumlah burung yang diamankan ada 1.185 ekor. Rencananya burung-burung tersebut akan dibawa ke Cikupa, Jati Bening dan Bandung.

BREAKING NEWS - KSKP Bakauheni Gagalkan Pengiriman 1.185 Burung Liar Tanpa Dokumen

“Dari keterangan sopir dan kondektur bus, mereka mendapatkan upah Rp 1,4 Juta untuk membawa ribuan burung liar yang tidak dilengkapi dokumen tersebut,” terang AKP M. Indra Parameswara didampingi Kanit Res Ipda Mustolih.

Meski bukan masuk dalam katagori hewan yang dilindungi, ujarnya, pengiriman burung lintas pulau haruslah dilengkai dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan sebagaimana UU nomor : 16 tahun 1992 tentang karantina Hewan, Ikan dan tumbuhan.

Selanjutnya burung-burung liar tersebut diserahkan ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni untuk penanganan lebih lanjut.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved