Dua Begal Kabur ke Markas TNI, Nasibnya Jadi Begini
Dua Begal Kabur ke Markas TNI, Ini Yang Terjadi Selanjutnya. Aksi begal sial terjadi di wilayah hukum Polres Cimahi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, CIMAHI - Dua Begal Kabur ke Markas TNI, Ini Yang Terjadi Selanjutnya.
Aksi begal sial terjadi di wilayah hukum Polres Cimahi.
Diketahui dua orang begal DK (25) dan FE (30) melakukan aksi pembegalan terhadap pengendara motor Acep Cahyono (42) di Jalan Baros, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohanes Redhoi Sigiro, mengatakan, awalnya kedua begal tersebut melakukan aksinya dengan cara memepet kendaraan korban yang saat itu memainkan ponsel.
"Kemudian menendang motor korban hingga terjatuh dan (pelaku yang sudah ambil ponsel) berhasil melarikan diri," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (8/9/2019).
Petaka terjadi saat korban berteriak meminta tolong, lalu warga mendengar dan mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub) Kodiklat TNI AD setelah merampas ponsel korban.
Sialnya, tepat di dekat Pusdikhub, akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap warga dan anggota TNI yang saat itu tengah berjaga.
"Terimakasih kepada masyarakat dan rekan-rekan TNI atas bantuan dan kepeduliannya, ke depan kita harus sama-sama memerangi kejahatan di wilayah Cimahi," ujarnya.
Untuk saat ini kedua pelaku begal tersebut, beserta motor yang digunakan saat beraksi dan satu ponsel hasil rampasan sudah diamankan di Mapolres Cimahi untuk dijadikan barang bukti.
"Kejadian (pembegalan) tersebut berawal saat korban main ponsel ketika menggunakan motor," katanya.
Atas hal tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak bermain ponsel saat berkendara menggunakan sepeda motor demi kemananan karena hal itu akan memancing pelaku kejahatan.
Sementara terhadap kedua pelaku, polisi menerapkan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai dengan kekerasan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (Tribun Jabar)
Begal Berkelahi dengan Polisi
Seorang anggota Polres Aceh Barat nyaris menjadi korban perampokan ketika melintasi Jalan Generasi Desa Seuneubok, Meulaboh, Senin (4/3/2019) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Informasi diperoleh Serambinews.com, anggota polisi tersebut sedang melintasi dengan kendaraan sepeda motor menggunakan pakaian biasa.
Tiba-tiba pelaku yang seorang diri juga mengendarai sepeda motor menghadang polisi tersebut sehingga pelaku dan korban terjadilah perkelahian.
Pelaku ternyata tidak mampu melawan polisi tersebut sehingga memilih kabur di jalan yang sering sepi tersebut.
Upaya menangkap pelaku terus dilakukan korban dan personel dari Polres
Tetapi belum berhasil sehingga sepeda motor milik pelaku yang ditinggalkan itu akhirnya diamankan polisi.
Saat menggeledah dalam jok tempat duduk ditemukan selongsong peluru dan selembar bendera bintang bulan.
"Kasus itu masih kami dalami untuk mengungkap siapa pelaku dan motifnya apa," kata Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK.
Diakuinya dalam jok sepeda motor ikut diamankan selembar bendera bintang bulan, satu magazen dan 40 butir peluru. (Serambinews.com)
Begal Perhiasan Sasar Wanita
Aksi begal sial terjadi di wilayah hukum Polres Purwakarta.
Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan, kasus video yang viral yang terjadi di wilayah Purwakarta beberapa waktu terakhir bukanlah kasus pelecehan seksual.
Dia menegaskan bahwa kejadian yang terekam CCTV dan beredar di sosial media (sosmed) adalah kasus penjambretan alias begal perhiasan yang gagal.
Diketahui sebelumnya, pada video berdurasi asli 19 detik tersebut terlihat seorang wanita disentuh bagian dadanya oleh orang tidak dikenal di pinggir jalan.
Wanita berbaju putih pada video tampak sedang memarkirkan motor di depan sebuah rumah.
Beberapa saat setelah itu ada pria menggunakan motor dari arah berlawanan dan tiba-tiba terlihat memegang dada wanita tersebut.
"Setelah dilakukan pengecekan ke TKP, hasilnya bukan tindakan cabul tapi upaya penjambretan yang gagal," kata Handreas kepada Tribun Jabar saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (25/6/2019).
Kejadian itupun dibenarkan terjadi di Purwakarta, lebih tepatnya berada di Gang Melati, Nagrikaler, Purwakarta.
Dia menegaskan bahwa pelaku pria yang sebelumnya diduga penjahat kelamin itu ternyata mencoba mengambil kalung korban namun gagal.
Meski gagal menjambret, Handreas menyebut, pihaknya tetap berusaha mencari pelaku karena telah meresahkan masyarakat Purwakarta.
"Pelaku terancam pasal 363 KUHP tentang pasal pencurian dengan pemberatan dengan pidana penjara paling lama lima tahun," ucapnya.
Sebelumnya, aksi penjahat kelamin di Purwakarta terekam kamera pengawas atau CCTV.
Seorang pengendara motor dipegang alat kelaminnya oleh orang tak dikenal.
Dalam video yang viral di media sosial/medsos ini, kejadian disebutkan di sebuah perumahan di Purwakarta.
Awalnya, seorang perempuan pengendara motor ada di sebuah jalan yang sempit, diduga di dalam komplek perumahan.
Perempuan berbaju putih ini bersiap untuk memutar motor ke arah sebaliknya.
Dia lantas berhenti di sisi kanan jalan karena di depannya akan melintas sepeda motor matic berwarna merah yang dikendarai seorang pria berjaket hitam dan helm hitam juga.
Tiba-tiba, tangan kiri pengendara berjaket hitam ini 'nyelonong' ke arah dada perempuan bermotor tersebut.
Perempuan tersebut sontak kaget dan memegang dadanya itu.
Dia lantas berusaha mengejar, tapi karena motornya mengarah ke arah yang berlawanan, dia terlihat kesulitan.
Kejadian itu tak dilihat perempuan di sebelahnya yang sedang menyapu jalan.
Untungnya, kejadian itu terekam kamera pengawas atau CCTV.
Belum jelas apakah kejadian itu merupakan pelecehan seksual atau upaya penjambretan yang gagal.
Kepolisian juga belum dikonfirmasi terkait rekaman CCTV tersebut di atas. (Tribun Jabar)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul "3 Kejadian Begal Sial : Kabur ke Markas TNI, Motornya Ditinggal hingga Disangka Pelaku Cabul"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mengaku-polisi-komplotan-begal-bawa-kabur-mobil-dan-sandera-2-orang-di-lampung-2-pelaku-tertangkap.jpg)