Tribun Bandar Lampung

Tuntaskan Kasus Perdagangan Cula Badak Ilegal, Ditreskrimsus Polda Lampung Terima Penghargaan

Tuntaskan kasus perdagangan cula badak ilegal, Ditreskrimsus Polda Lampung mendapat apresiasi berupa piagam penghargaan dari Dirjen KSDAE.

Tuntaskan Kasus Perdagangan Cula Badak Ilegal, Ditreskrimsus Polda Lampung Terima Penghargaan
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Ilustrasi Kasi P3 Perencanaan, perlindungan dan pengawetan Balai Besar TNBBS Wawan Gunawan. Tuntaskan Kasus Perdagangan Cula Badak Ilegal, Ditreskrimsus Polda Lampung Terima Penghargaan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tuntaskan kasus perdagangan cula badak ilegal, Ditreskrimsus Polda Lampung mendapat apresiasi berupa piagam penghargaan dari Dirjen KSDAE.

Kasi P3 Perencanaan, perlindungan dan pengawetan Balai Besar TNBBS Wawan Gunawan mengatakan, pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan Polda Lampung khususnya Ditreskrimsus yang mampu mengungkap kasus perdagangan dan perburuan satwa liar.

"Ditreskrimsus dan jajaran telah bersama-sama menuntaskan kasus perdagangan cula badak ilegal, dan kasus-kasus sebelumnya atas perburuan liar," ungkap Wawan Gunawan, Senin 9 September 2019.

Wawan melanjutkan, pemberian penghargaan tersebut baru pertama yang diberikan ke Ditreskrimsus di tahun ini.

"Krimsus konsisten dan mendukung penuntasan terkait hal ini," tuturnya.

Tanpa bantuan Polda Lampung, kata Wawan, pihaknya tidak bisa melakukan upaya hukum terhadap pelaku perdagangan dan perburuan satwa liar.

Terbukti Jual Beli Cula Badak Sumatera, Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

Dengan adanya penghargaan tersebut, lanjut Wawan, maka akan ada saling keterikatan hubungan kerja sama dalam melakukan pemberantasan pelaku satwa liar.

"Selain itu, kami sudah lakukan sosialisasi dengan pihak terkait satwa liar yang dilindungi. Kemudian terkait batas-batas kawasan dan tumbuhan yang dilindungi," tuturnya.

Untuk bisa memantau perdagangan satwa liar ini, terus Wawan, pihaknya juga sudah memetakan beberapa perdagangan satwa internasional.

"Sudah terpetakan negara mana yang menampung satwa ilegal, dan memang modusnya masih melalui jalur laut," tandasnya.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved