Tribun Pringsewu

520 Warga Pringsewu Jadi Tenaga Migran Indonesia, Negara Ini Favorit Tujuan Pencaker

Sebanyak 520 warga Kabupaten Pringsewu merantau ke luar negeri menjadi Tenaga Migran Indonesia dan paling banyak adalah ke Taiwan sejumlah 259 orang.

520 Warga Pringsewu Jadi Tenaga Migran Indonesia, Negara Ini Favorit Tujuan Pencaker
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi Tenaga Migran Indonesia. 520 Warga Pringsewu Jadi Tenaga Migran Indonesia, Negara Ini Favorit Tujuan Pencaker. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sebanyak 520 warga Kabupaten Pringsewu merantau ke luar negeri menjadi Tenaga Migran Indonesia (TMI) atau yang dulu dikenal dengan sebutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pringsewu Suheryanto mengatakan, jumlah tersebut yang terdata dari Januari sampai Agustus 2019.

"Dari data tersebut, yang paling banyak adalah ke Taiwan sejumlah 259 orang, kemudian Malaysia 148 orang, Hongkong 62 orang, Singapura 57 orang dan Brunei Darusalam dua orang," ungkap Suheryanto, Rabu 11 September 2019.

Selama ini, kata Suheryanto, TMI yang terdata yang mengurus keberangkatan melalui Disnakertrans Pringsewu.

"Sementara yang masih di luar negeri, nggak terdata, tapi yang pulang itu nggak ada laporan. Itu lah kelemahannya," kata Suheryanto didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Pringsewu Lekat.

Di sisi lain, Suheryanto memaparkan, selain ke luar negeri, warga Pringsewu juga banyak yang 'bermigrasi' ke Jawa untuk mencari pekerjaan.

TKI Arab Tak Pulang hingga 21 Tahun Hilang Kontak dengan Suami, Terungkap Kondisinya di Perantauan

Tercatat 300 ‎TKI Asal Lampung Utara Bekerja di Luar Negeri

Suheryanto menambahkan, berdasarkan data pencari kerja (pencaker) di Bidang Tenaga Kerja, 50 persen tujuan pencaker dari Pringsewu adalah ke Jawa.

Persentase tersebut, lanjut Suheryanto, dilihat dari jumlah pencaker yang membuat kartu kuning, atau dokumen yang digunakan untuk kebutuhan melamar pekerjaan.

"Tercatat dari Januari sampai Agustus 2019, sebanyak 1.299 orang membuat kartu kuning," imbuh Suheryanto.

Kabid Tenaga Kerja Lekat menambahkan, dari ribuan orang yang membuat kartu kuning tersebut, 50 persennya menyantumkan daerah tujuan di Jawa dan sisanya tersebar di seluruh provinsi di Sumatera.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved