Tribun Lampung Selatan

Pascakebakaran Lahan, Tim Gabungan Kembali Dapati Titik Asap di Puncak Gunung Rajabasa

Tim gabungan dari Kesatuan Pengelola Hutan XIII dan tim pencinta alam kembali mendapati adanya titik api di lokasi lahan bekas terbakar.

Pascakebakaran Lahan, Tim Gabungan Kembali Dapati Titik Asap di Puncak Gunung Rajabasa
Ist
Kondisi lokasi puncak gunung rajabasa yang sempat terbakar. 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Tim gabungan dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) XIII dan tim pencinta alam kembali mendapati adanya titik api di lokasi lahan bekas terbakar di puncak gunung Rajabasa pada Rabu (11/9) pagi.

Tim kembali naik ke puncak gunung guna memastikan kondisi terbakarnya seperempat hektare lahan di puncak gunung Rajabasa. Terbakaranya lahan dipuncak gunung ini sudah dipadamkan pada senin dan selasa kemarin.

“Tadi pagi tim kembali naik ke puncak gunung untuk memastikan kondisi lahan yang terbakar dan sudah dipadamkan. Tim kembali melihat ada titik asap dan sudah dilakukan pemadaman kembali,” terang Iqbal Amirudin Ihsanu, petugas KPH XIII.

Dirinya mengatkaan, kondisi cuaca yang panas dimusim kemarau ini membuat titik api mudah kembali muncul di lokasi bekas terbakar. Tim dari KPH XIII dan para pencinta alam pun hingga siang ini masih bertahan di puncak gunung Rajabasa guna mengantisipasi kemungkinan kembali munculnya titik asap.

Wahyudi Kurniawan, kepala KPH XIII register I Way Pisang, register 3 gunung Rajabasa dan register 17 Batu Serampok mengatakan untuk pendakian ke puncak gunung Rajabasa masih ditutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan.

Terjadi Kebakaran Lahan di Puncak Gunung Rajabasa, Tercatat 25 Kasus Kebakaran Lahan Selama Kemarau

Kebakaran Lahan Pekarangan Kantor Dealer Yamaha Sumberjaya, Ini Penyebabnya

“Untuk pendakian ke puncak gunung kita tutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan,” kata dia.

Kebakaran di puncak gunung Rajabasa diketahui pada senin (9/9) sore. Areal yang terbakar sekitar seperempat hektar. Kebakaran ini pertamakali diketahui para pendaki yang tiba dipuncak. Mereka mendapati adanya bagian lereng puncak terbakar.

Para pendaki ini kesulitan untuk memadamkan api karena posisi areal yang terbakar merupakan lahan gambut dan titik api berada dibawah sekam. Para pendaki pun mencoba memadamkan api. Tetapi hanya bisa memadamkan pada areal datar.

UPT KPH XIII pun segera berkoordinasi dengan apart desa Sumur Kubang serta anggota TNI dan Polri. Warga dan tim kemudian mendaki ke puncak untuk memadamkan api.

Dugaan sementara, kebakaran dikarenakan faktor cuaca kemarau yang berkepanjangan. Sehingga daun yang kering didalam hutan sangat rentang terbakar. Sedikit saja lalai membuang puntung rokok, bisa menimbulkan kebakaran.

KPH XIII pun menghimbau kepada masyarakat petani sekitar kawasan hutan yang beraktivitas didalam kawasan hutan untuk waspada terhadap bahaya potensi kebakaran hutan dengan membatasi menyalakan api di dalam kawasan hutan.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved