Tribun Tulangbawang

Satlantas Polres Tulangbawang Tindak 2.797 Pelanggaran dan Kandangkan Ratusan Kendaraan

Satlantas Polres Tulangbawang menindak 2.797 pelanggaran selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2019 di wilayah Polres hukum setempat.

Satlantas Polres Tulangbawang Tindak 2.797 Pelanggaran dan Kandangkan Ratusan Kendaraan
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain
Wakapolres Kompol Eko Nugroho bersama Kasatlantas Agustinus Rinto mengecek ratusan kendaraan roda dua yang dikandangkan hasil Operasi Patuh Krakatau 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Satlantas Polres Tulangbawang menindak 2.797 pelanggaran selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2019 di wilayah Polres hukum setempat.

Wakapolres Tulangbawang Kompol Eko Nugroho mengungkapkan, penindakan itu berupa sanksi tilang berjumlah 2.643 kasus dan teguran 150 pelanggar.

"Pelanggaran umumnya didominasi pengguna sepeda motor tidak menggunakan helm SNI dan kendaraan roda empat atau lebih tidak menggunakan sabuk pengaman," kata Eko Nugroho saat ekspose hasil Operasi Patuh Krakatau 2019 di Mapolres Tuba, Rabu (11/09/2019).

Eko menjelaskan, dari jumlah pelanggaran tersebut, pihaknya memberikan sanksi tilang SIM sebanyak 982 lembar dan STNK 1.556 lembar.

Dilihat dari jumlah sanksi itu, kata Eko Nugroho, jumlah pelanggar lalu lintas tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Merujuk catatan Satlantas Polres Tuba, di Tahun 2018 dalam kegiatan yang sama, pelanggaran tidak menggunakan helm SNI sebanyak 94 pelanggar, sementara di Tahun 2019 meningkat menjadi 563 pelanggar.

Ditlantas Polda Lampung Tindak 22.840 Pelanggar Lalu Lintas Selama Operasi Patuh Krakatau 2019

Polisi Ini Berani Razia Mertua Sendiri saat Operasi Patuh 2019

"Untuk pelanggaran karena tidak menggunakan sabuk pengaman, tahun lalu ada 34, tahun ini menjadi 486," papar Eko.

Sementara, dalam Operasi Patuh Krakatau 2019, Satlantas Polres Tuba 'mengandangkan' ratusan kendaraan roda dua.

"Ada 112 motor ditahan, kalau roda empat dan enam ada 3 unit. Rata-rata kesalahannya karena mati pajak," katanya.

Kasat Lantas Polres Tulangbawang AKP Agustinus mengimbau, selain harus taat dalam berlalu lintas, masyarakat juga diminta untuk taat membayar pajak kendaraannya.

"Untuk masyarakat, agar dapat tertib administrasi dengan tetap membayarkan pajak kendaraannya setiap tahun, karena itu kan wajib," ucap Agustinus.

The Power of Emak-emak Polres Tuba Sabet Juara III Film Pendek HUT Polwan ke-71

Tak Terima Ditegur karena Cekcok dengan Istri, Pria Asal Tulangbawang Tega Aniaya Mertuanya Sendiri

"Sebagai warga negara yang baik, harus taat pajak," imbuh Agustinus.

Agustinus juga mengimbau, masyarakat umum agar tidak menggunakan lampu rotator warna biru pada kendaraannya.

"Pengunaan lampu rotator itu hanya boleh untuk kepolisian dan POM TNI, kalau masyarakat biasa tidak boleh, kalau ada yang pasang akan kami copot," tandasnya. (tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved