Tribun Tulangbawang Barat

Sidang Majelis Kehormatan Etik IDI Tubaba, Korban Dugaan Malapraktik Ditanya soal Kain Kasa

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar sidang MKEK

Sidang Majelis Kehormatan Etik IDI Tubaba, Korban Dugaan Malapraktik Ditanya soal Kain Kasa
TribunLampung.co.id/Endra Zulkarnaen
Septina (25) saat membuat laporan dugaan malapraktik ke Polres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar sidang MKEK kasus dugaan malapraktik oknum dokter Rumah Sakit Asy syifa Tubaba, di lantai dua gedung rumah sakit daerah (RSUD) Tubaba, Kamis (12/9).

Sidang MKEK digelar atas dasar surat pendelegasian penanganan aduan dari IDI wilayah Lampung Nomor 049/IDI-WIL-LPG/Vlll/2019 mengenai pengaduan dari Law Firm Osep Doddy dan partners.

"Klien kami tadi dipanggil dimintai keterangan kronologis dari awal mereka datang ke RS Asy Syfa Tubaba hingga ditemukannya kain kasa oleh tenaga medis poned Panaragan Jaya," kata Alfian, mewakili kantor Law Firm Osep Doddy dan partners, usai sidang etik.

Alfian berharap, MKEK dapat bekerja secara profesional dan netral dalam menyikapi persoalan yang dialami kliennya.

Sudah Dua Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Malapraktik RS Asy Syifa Tubaba yang Menimpa Septina Mandek

Terlebih lagi, kelalaian yang dilakukan oknum dokter tersebut dalam melakukan tindakan medis dinilai sangat membahayakan nyawa manusia.

"Ini kan soal kemanusiaan, taruhannya nyawa karena dengan ditemukannya benda asing di dalam tubuh manusia sangat berbahaya dan bisa saja merenggut korban jiwa. Kita berharap MKEK dapat bekerja secara profesional dan netral dalam menyikapi persoalan ini," ujar dia.

Dia juga turut memberikan support terhadap penyidik Satreskrim Polres Tulangbawang agar dapat menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas dan transparan.

"Yang jelas kita men-support penyidik agar dapat menyelesaikan perkara ini sampai tuntas. Apalagi ini kan sudah ada aduan dari masyarakat sebagai korban. Jadi diharapkan penyidik dapat bekerja secara profesional dan netral," katanya.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Tulangbawang Barat Edi Winarso saat dihubungi untuk dimintai keterangan terkait sidang yang dilakukan tidak memberikan jawaban.

Septina dan suaminya Ferdi Irwanda, warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat melaporkan manajemen Rumah Sakit Asy Syfa Tulangbawang Barat. Laporan tertuang dalam LP/174/VI/2019/POLDA LPG/RES TUBA tanggal 20 Juni 2019.

Keduanya melapor setelah menemukan kain kasa yang dikeluarkan dari dalam perut Septina, yang diduga tertinggal pasca korban menjalani operasi cesar di RS Asy Syfa pada 27 Maret lalu.Kain kasa tersebut ditemukan telah membusuk di dalam perut Septina.(end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved