1st Runner Up Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 Qonitah Ingin Perkenalan Seni Arsitektur Nusantara

Qonitah Nahda Fitriansyah berhasil menyandang gelar 1st Runner Up Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 sejak 23 Agustus 2019.

1st Runner Up Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 Qonitah Ingin Perkenalan Seni Arsitektur Nusantara
Ist
Qonitah Nahda Fitriansyah 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Milenial beprestasi di Lampung kian bertambah. Satu diantaranya Qonitah Nahda Fitriansyah yang berhasil menyandang gelar 1st Runner Up Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 sejak 23 Agustus 2019.

Pasca menyandang gelar tersebut, Qonitah memiliki keinginan untuk memperkenalkan kebudayaan Lampung yang selama ini belum banyak orang tahu, yakni seni arsitektur nusantara. Padahal seni arsitektur nusantara sudah banyak di depan mata.

Contohnya lambang siger yang ada di berbagai bangunan, seperti mal, toko, kantor, dan sebagainya. Kemudian rumah adat yang masih banyak tersebar di Lampung, salah satunya di PKOR.

Sebenarnya, even Lampung Fair dan Pekan Raya Lampung secara tidak langsung memperkenalkan rumah adat Lampung. Hanya saja, banyak masyarakat yang belum menyadarinya.

"Salah satu cara yang akan saya lakukan untuk memperkenalkan seni arsitektur nusantara dengan mengadakan festival. Saya berharap bisa secepatnya terealisasi," ujar gadis kelahiran Ambon, 12 April 1999 itu.

Keinginan memperkenalkan seni arsitektur nusantara muncul sejak Qonitah mengikuti ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2019.

Dalam ajang tersebut, Qonitah menyebutkan visi dan misinya untuk memperkenalkan seni arsitektur nusantara sebagai bagian kebudayaan pada sesi advokasi.

Selain advokasi, Mahasiswi Jurusan Arsitektur ITERA itu juga melalui berbagai tahap selama ajang tersebut berlangsung. Berbagai tahapan itu berhasil dilalui Qonitah hingga akhirnya Qonitah mendapatkan gelar sebagai 1st runner up.

"Aku sama sekali tidak menyangka aku bisa jadi 1st Runner Up, karena latihan yang aku lakukan sebelum ikut ke ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 terbilang minim. Pelatih aku bahkan sempat pasrah," tutur gadis berhijab itu.

Qonitah mulai latihan akhir Juni 2019. Latihan yang dijalani berupa materi, catwalk, table manner, presentasi, attitude, dan sebagainya.

Namun latihan harus terhenti saat Qonitah mengikuti pertukaran pelajar di Universiti Teknikal Malaysia Melaka tanggal 28 Juli-10 Agustus 2019. Sepulang pertukaran pelajar, tidak latihan lagi karena Lebaran Idul Adha.

Setelah Idul Adha, Qonitah tidak latihan lagi dan hanya melakukan persiapan mental. Tapi Qonitah bertekad hal itu tidak akan membuatnya menyerah, karena Qonitah memiliki bekal latihan yang dijalaninya sebelum pertukaran pelajar dan pengalaman saat menjadi Duta Kampus Itera Tahun 2018.

"Pengalaman aku mandiri selama pertukaran pelajar, kemudian belajar otodidak dengan cara membaca tentang kebudayaan dan melihat video Puteri Indonesia juga aku jadikan sebagai bekal. Alhamdulilah bekal itu sukses membuat aku mendapat gelar 1st Runner Up Puteri Kebudayaan Indonesia 2019," pungkas Puteri Kebudayaan Lampung 2019 itu.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved