Mengapa Pegawai KPK Menolak Keras Dipimpin Jenderal Polisi?

Para wakil rakyat itu menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa bakti 2019-2013.

Mengapa Pegawai KPK Menolak Keras Dipimpin Jenderal Polisi?
Tribunnews
Kapolda Sumsel Irjen Firli 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Mengapa Pegawai KPK Menolak Keras Dipimpin Jenderal Polisi?

Keputusan mengejutkan diambil Komisi III DPR, Jumat (13/9/2019) dinihari.

Para wakil rakyat itu menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa bakti 2019-2013.

Ia ditetapkan menjadi Ketua KPK setelah memperoleh suara terbanyak dari hasil voting yang dilakukan dalam Rapat Pleno Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari.

Para anggota dewan terhormat itu memilih jenderal polisi di tengah derasnya arus penolakan masyarakat dan para pegawai KPK.

Firli dinilai sebagai sosok bermasalah yang tak pantas memimpin lembaga anti rasuah itu. 

Firli bukan orang baru di KPK. Dia pernah menjabat sebagai direktur penindakan KPK. 

Justru disitulah pangkal masalah terjadi. Sebagai orang dalam KPK, Firli tercatat pernah melakukan pelanggaran etik berat. 

Jenderal Polisi Terpilih Jadi Ketua KPK, Cerita Irjen Firli Bahuri Jualan Spidol Agar Bisa Sekolah

Berikut, 4 fakta soal Firli Bahuri.

1. Ditolak 500 pegawai KPK

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved