Tribun Tanggamus

Operasi Patuh Krakatau, 2.005 Pelanggar Ditilang Polres Tanggamus, Tertinggi Tidak Pakai Helm

Hasil Operasi Patuh Krakatau 2019 oleh Polres Tanggamus didapatkan 2.005 tindak pelanggaran (tilang).

Operasi Patuh Krakatau, 2.005 Pelanggar Ditilang Polres Tanggamus, Tertinggi Tidak Pakai Helm
Tribunlampung.co.id/Tri
Kasatlantas Polres Tanggamus AKP Yuniarta tunjukkan sepeda motor yang diamankan selama Operasi Patuh Krakatau 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Hasil Operasi Patuh Krakatau 2019 oleh Polres Tanggamus didapatkan 2.005 tindak pelanggaran (tilang).

Menurut Kepala Satuan Lalulintas Polres Tanggamus AKP Yuniarta, jumlah pelanggaran tersebut naik dibanding tahun lalu, saat itu ada 1.373 pelanggaran. Sedang pelaksanaan operasinya di Tanggamus dan Pringsewu.

"Pelanggaran tertinggi tidak gunakan helm bagi pengendara sepeda motor. Itu naik drastis dari tahun lalu ada 348 pelanggaran, sekarang 1.237 pelanggaran," kata Yuniarta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Ia menambahkan, pelanggaran lainnya yaitu melawan arus sebanyak 41 pelanggaran untuk pengendara motor atau sama dengan tahun lalu. Dan empat untuk pengendara mobil, sedang tahun lalu tidak ada.

Lantas pengendara di bawah umur untuk pengendara motor juga naik drastis, sekarang 142 pelanggaran tahun lalu tidak ada. Sedang untuk pengendara mobil tidak ada.

Selanjutnya pelanggaran yang turun jenis pelanggaran lain-lain, sekarang hanya 194 pelanggaran sedangkan tahun lalu 787 pelanggaran. Kemudian berkendara sambil bertelpon, pengendara mabuk, melebihi kecepatan tidak didapatkan.

Puncak Musim Kemarau, BPBD Imbau Masyarakat Minimalisir Kegiatan Picu Kebakaran

"Kami minta penggendara sepeda motor gunakan helm, sebab untuk keselamatan diri sendiri. Dan juga para orang tua jangan berikan sepeda motor atau izin kendarai sepeda motor pada anak. Lebih baik diantar, atau naik angkutan umum," terang Yuniarta.

Untuk jenis kendaraannya, sepeda motor yang tertinggi, yakni 1.614 pelanggaran, tahun lalu 1.179 pelanggaran. Mobil penumpang juga naik yakni 245 pelanggaran sedang tahun lalu 134 pelanggaran. Dan mobil barang pun naik, kini 146 pelanggaran, tahun lalu 60 pelanggaran.

Kemudian barang bukti yang disita berupa SIM sebanyak 671 naik dari tahun lalu 625, lalu STNK 1.316 naik juga dari tahun lalu 744, dan kendaraan ada 18 unit, naik pula dibanding tahun lalu empat unit. Di duga juga hasil dari kejahatan.

Lalu selama pelaksanaan Operasi Patuh sejak 29 Agustus sampai 11 September 2019 ada dua kecelakaan lalulintas dengan korban meninggal dua orang. Itu naik dari tahun lalu ada satu kecelakaan dan satu meninggal.

Selain fokus pada penertiban lalulintas, Satlantas Polres Tanggamus juga melaksanakan pendidikan masyarakat selama Operasi Patuh 2019. Itu dilakukan berupa penyuluhan sebanyak 148 kali. Lalu pemasangan imbauan sebanyak 193 kali.

Lalu Program Keamanan Lalulintas 34 kali. Program Keselamatan Lalulintas 29 kali dan kegiatan lalulintas berupa pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, totalnya sebanyak 1.641 kali.

Yuniarta meminta, setelah pelaksanaan operasi diharapkan masyarakat lebih patuh, tertib dalam berlalulintas sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalulintas dan pelanggaran lalulintas serta kemacetan.

(Tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved