Tribun Lampung Utara

Warga Keluhkan Panjangnya Alur Penebusan Tilang: Lebih Ribet dari Sebelumnya

Sejumlah pengendara yang terkena tilang, mengeluhkan alur penebusan surat kendaraan yang ditilang.

Warga Keluhkan Panjangnya Alur Penebusan Tilang: Lebih Ribet dari Sebelumnya
Tribunlampung.co.id/Anung
Warga antre menebus surat kendaraan yang ditilang di kantor kejaksaan negeri Lampung Utara, Jumat 13 September 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sejumlah pengendara yang terkena tilang, mengeluhkan alur penebusan surat kendaraan yang ditilang.

Seperti di ungkapkan Sumiyati (43) warga desa Candimas, Abung Selatan. Dirinya terkena tilang di jalan Alamsyah ratu perwira negara, Kelurahan kelapa tujuh, Kotabumi Selatan.

“Saya ditilang karena lampu besar tidak hidup. Kenanya di Bunderan Tugu Alamsyah Ratu Perwira Negara,” ujarnya, saat ditemui di kantor kejaksaan negeri Lampung utara, saat akan menebus tilang, Jumat 13 September 2019.

Menurutnya, prosesnya lebih ribet dibandingkan dengan sebelumnya. Dimana warga harus ke bank untuk membayar tilang, barulah ke Kejaksaan mengambil surat menyurat yang terkena tilang.

“Sebelumnya kita ikut sidang tilang di pengadilan negeri Kotabumi. Dari situ diketahui berapa besaran nilai yang harus di bayar ke bank,” ucap perempuan berhijab warna hitam ini.

Hari Pertama Operasi Patuh Krakatau 2019, Satlantas Polres Lampung Utara Tilang 234 Pelanggar

Padahal sebelumnya, pihaknya hanya membawa surat tilang ke kejaksaan, membayar uang langsung dapat surat menyurat yang di tilang.

“Saya gak tau kok sekarang prosesnya gini. Apa karena ada operasi kemarin ya,” ujarnya.

Senada dikatakan Arif (25) warga Ogan lima, Abung barat. Dirinya terkena tilang di jalan lintas Sumatera, Ogan lima, ABUNG barat pada Rabu 11 September 2019. Ia ditilang karena tidak menggunakan helm.

“Saya kesini mau tebus surat izin mengemudi. Tapi alurnya belum tau gimana,” katanya.

Dirinya hanya mengetahui besaran denda tilang sebesar Rp 40 ribu. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada seorang petugas kejaksaan, Ia diminta ke bank untuk membayar denda tilang, barulah mengambil surat di kejaksaan.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved