Tribun Bandar Lampung

BMKG: Musim Hujan di Lampung Awal November

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyatakan puncak musim kemarau masih berlangsung hingga awal Oktober.

BMKG: Musim Hujan di Lampung Awal November
Kompas.com
Musim kemarau panjang di Pulau Seram, Maluku sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Amalatu mengalami krisis air bersih hingga harus berjalan kaki hingga 10 km untuk memperoleh air bersih. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyatakan puncak musim kemarau masih berlangsung hingga awal Oktober.

Musim penghujan diperkirakan baru terjadi secara merata di awal November 2019.

Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Hariyanto menerangkan, musim kemarau tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya siklus musim kemarau dalam 30 tahun terakhir dirata-rata relatif sama.

"Kalaupun mundur (musim penghujannya) dibandingkan tahun kemarin, lebih lama hanya berkisar satu minggu sampai 10 harian tergantung wilayahnya," ujar Rudy kepada Tribun, Minggu (15/9/2019).

Rudy menilai, penyebab musim kemarau tahun ini dinilai terasa panjang karena intensitas curah hujan yang minim dibandingkan musim kemarau tahun lalu.

"Kondisi (cuaca) kering sekali, sehingga masyarakat begitu merasakan dampaknya," bebernya.

BMKG Rilis Titik Panas di Lampung Meningkat Jadi 77 Titik, Terbanyak di Tuba

Kondisi cuaca di siang hari terik atau panas lalu di malam hari terasa dingin memicu pengurangan pasokan air hujan maupun air tanah. Akibatnya, tanah juga menjadi kering dan tak sedikit yang retak-retak.

Dia mengimbau masyarakat tidak boros memanfaatkan air bersih. Pasalnya, kondisi air tanah dan sumber air lainnya semakin berkurang.

Rudi juga meminta masyarakat agar waspada perubahan suhu cuaca dengan tidak sembarangan melakukan pembakaran lahan. Itu karena, berpotensi terjadi kebakaran akibat angin bertiup kencang.

Halaman
12
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved