Muncul Kesepakatan Dipermalukan di Medsos, Arisan Online Berujung ke Pengadilan Berakhir Salaman

Bermula dari iuran arisan yang tertunggak, gadis tersebut didakwa melakukan ujaran kebencian.

Muncul Kesepakatan Dipermalukan di Medsos, Arisan Online Berujung ke Pengadilan Berakhir Salaman
tribunlampung.co.id/hanif mustafa
Terdakwa penyebar ujaran kebencian Venty Lebya Wati (kiri) bersalaman dengan saksi korban, Resha Rantika (kanan), saat persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa 17 September 2019. Muncul Kesepakatan Dipermalukan di Medsos, Arisan Online Berujung ke Pengadilan Berakhir Salaman. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang gadis yang menjadi anggota arisan online menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Bermula dari iuran arisan yang tertunggak, gadis tersebut didakwa melakukan ujaran kebencian.

Bagaimana kisahnya?

Seorang gadis asal Lampung Tengah terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 17 September 2019.

Hal itu setelah ia mengunggah ujaran kebencian di akun Instagram miliknya.

Gadis tersebut diketahui bernama Venty Lebya Wati (26).

Ia merupakan warga Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Kesal Kena Tilang, Warga Pringsewu Diamankan karena Unggah Ujaran Kebencian di Medsos

Adu Mulut hingga Saling Dorong, Emak-emak Berantem Rebutan Daging Rendang Saat Kondangan

Sidang yang dijalani Venty merupakan sidang kedua.

Majelis hakim dipimpin oleh Nirmala Dewita.

Hakim melakukan mediasi terhadap terdakwa dan saksi korban, yang tengah berseteru.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved