Tribun Pesawaran

Diduga Tergelincir Saat Bakar Sampah, Pariman Tewas dengan Tubuh Gosong

Seorang warga Desa Kedondong, Kecamatan kedondong, Kabupaten Pesawaran tewas dengan luka bakar di tubuhnya.

Diduga Tergelincir Saat Bakar Sampah, Pariman Tewas dengan Tubuh Gosong
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Jenazah. Diduga Tergelincir Saat Bakar Sampah, Pariman Tewas dengan Tubuh Gosong 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Seorang warga Desa Kedondong, Kecamatan kedondong, Kabupaten Pesawaran tewas dengan luka bakar di tubuhnya. Yakni Pariman yang sudah berusia sekitar 74 tahun.

Kepala Polres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro membenarkan terkait peristiwa tersebut. Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.

Ditambahkan, Kepala Polsek Kedondong Iptu Ibut Putranto, bahwa jasad Pariman pertama kali ditemukan oleh putrinya, Rabu (18/9/2019) sekira pukul 12.00 WIB di kebunnya.

"Putrinya khawatir sudah jam 12 kok belum pulang, biasanya pulang, kemudian ditengok lah ke kebun. Ternyata sudah meninggal," ungkap Kapolsek, Kamis (19/9/2019).

Dia menambahkan, saat ditemukan sejumlah tubuh korban mengalami gosong. Yakni pada dada, kakinya, dan tangan.

Ibut menceritakan, bahwa Pariman biasa pergi berkebun. Lokasi kebunnya tidak jauh dari rumah, kurang lebih sekitar 200 meter.

Mimpi Dapat Ikan Banyak, Pengusaha Genting di Lampung Tengah Ini Raih Hadiah Rumah Undian Chandra

"Dia (Pariman) bakar-bakar daun kering, daun coklat posisi lahannya kan miring, (diduga) kepleset," katanya.

Atas kejadian tersebut, kata Ibut, pihaknya hendak melakukan otopsi untuk memastikan kematian korban.

Namun, kata dia, pihak keluarga tidak bersedia dan meyakini kematian korban akibat kecelakaan murni.

BMKG Prediksi Puncak Kemarau Sampai Akhir September, Hujan Jatuh November

Ibut menuturkan, pada saat meninjau jasad korban juga telah membawa tenaga kesehatan.

"Hasil pemeriksaan fisik nggak ada tanda-tanda kekerasan," ungkapnya.

Terkait kejadian tersebut, Ibut mengimbau masyarakat supaya hati-hati kalau sedang bermain api. Sebab, menurut dia, api bisa menjadi sahabat dan bisa menjadi lawan.

(Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved