Anggota Brimob Tewas di Tol Lampung, Ini Penyebabnya
Anggota Brimob Tewas di Tol Lampung, Ini Penyebabnya. Seorang anggota Brimob Polda Lampung menjadi korban kecelakaan di tol Lampung
Penulis: syamsiralam | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Anggota Brimob Tewas di Tol Lampung, Ini Penyebabnya.
Seorang anggota Brimob Polda Lampung menjadi korban kecelakaan di tol Lampung.
Kecelakaan terjadi di tol Lampung atau Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Kilometer 127, tepatnya di Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jumat (20/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kecelakaan terjadi antara mobil L300 dengan sebuah truk.
Akibat kecelakaan itu, satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia adalah Bharatu Susilo Utomo (26).
Bharatu Susilo Utomo merupakan anggota Brimob Polda Lampung.
Bharatu Susilo Utomo merupakan warga Kampung Tulung Kakan, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah.
Bharatu Susilo Utomo menumpang mobil L300 karena sedang menjalankan tugas pengawalan.
Sementara dua orang lainnya luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Padil A Rohim menjelaskan, kecelakaan itu melibatkan satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 nomor polisi B 9433 TCK dengan sebuah truk.
Mobil L300 tersebut dikendarai Rahmat Fajar (26), warga Jalan Pagar Alam, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.
Ia mengalami luka lecet di pipi kanan dan luka di kepala.
Selain itu, dua orang lainnya yang ada di dalam L300 yakni Sahril (39), warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Telukbetung Utara, yang mengalami luka di pelipis mata.
Satu penumpang lainnya yakni Susilo Utomo (26), warga Kampung Tulung Kakan, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah.
Susilo meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Harapan Bunda, Seputih Jaya.
Padil membeberkan kronologi kejadian.
Saat itu pikap L300 melaju dari arah Bandar Lampung beriringan dengan truk yang belum diketahui nomor polisinya ke arah Terbanggi Besar.
"Kedua mobil melaju beriringan di jalur cepat (jalur kanan). L300 yang ada di belakang hendak mendahului truk," kata Padil.
Namun nahas, ketika pikap hendak mendahului lewat jalur kiri, pada saat bersamaan truk juga pindah ke arah sama.
"Dengan begitu truk menyerempet bagian samping kanan mobil L300. Selanjutnya mobil L300 lepas kendali dan terbalik. Sedangkan mobil truk tersebut terus melaju melarikan diri," ujar Padil.
Saat ini pikap sudah diamankan ke Mapolres Lampung Tengah.
Sementara kerugian yang diderita akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 30 juta.
Tabrakan Maut di Way Kanan
Sebelumnya, insiden tabrakan maut antara truk tangki vs bus Rosalia Indah terjadi di Way Kanan, Lampung, Senin (16/9/2019).
Sebanyak 8 orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.
Korban meninggal dalam kecelakaan maut itu termasuk sopir truk tangki.
Peristiwa tabrakan maut antara truk vs bus Rosalia Indah terjadi di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Lampung, Sumatera, Senin, 16 September 2019 sekira pukul 14.45 WIB.
Kasatlantas Polres Way Kanan AKP Jafril menceritakan kronologi tabrakan maut truk vs bus Rosalia Indah.
Peristiwa terjadi di kilometer 229, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan.
Menurut Jafril, kronologi tabrakan maut truk vs bus Rosalia Indah tersebut berawal ketika mobil bus Rosalia Indah melaju dari arah Blambangan Umpu menuju Way Tuba.
Bus dengan nomor polisi AD 1666 CE melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kondisi jalan di jalur tikungan menanjak, bus berjalan dengan kecepatan tinggi," kata Jafril, Senin 16 September 2019 malam.
Jafril melanjutkan, bus hilang kendali dan oleng ke kanan.
Akibat oleng, bus pun terguling seketika di aspal.
Saat bersamaan, lanjut Jafril, dari arah berlawanan datang mobil truk tangki warna oranye.
Truk dengan nomor polisi BE 9291 YJ itu dikemudikan Joko (27), warga Masgar, Lampung Tengah.
Truk juga melaju dengan kecepatan tinggi.
"Adu kambing tak terelakkan," ucap Jafril.
Bahkan, terus Jafril, akibat kerasnya tabrakan, mobil tangki tersebut sampai merangsek masuk ke bodi bus yang terguling.
Akibatnya, kata Jafril, sopir truk tangki meninggal di tempat, bersama dengan 7 orang lainnya.
"Kami sudah mengevakuasi korban kecelakaan," imbuh Jafril.
Sementara, Ari (45), kernet truk tangki, menjelaskan, kecelakaan bermula ketika bus Rosalia Indah berjalan dengan kecepatan tinggi.
Bus melaju dari arah Bandar Lampung menuju Baturaja.
“Joko (sopir truk tangki), yang sama saya di mobil tangki meninggal ketika dibawa ke puskesmas terdekat,” kata Ari.
5. Sopir bus lompat sebelum bus terguling
Sementara, sopir bus Rosalia Indah, Amin Saypudin (39) menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri sebelum insiden tabrakan maut truk tangki vs bus Rosalia Indah di Way Kanan, Lampung, Senin (16/9/2019).
Menurut Amin, ia melompat dari jendela sebelum bus terguling dan dihantam truk.
"Iya, saya lompat dari kaca pas bus mau terguling," ucap Amin, saat ditemui di Puskesmas Way Tuba, Senin 16 September 2019.
Kasatlantas Polres Way Kanan AKP Jafril mengatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam tabrakan maut truk vs bus Rosalia Indah tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi," kata Jafril, Senin 16 September 2019.
Jafril mengatakan, semua korban, baik selamat dan meninggal dunia dibawa ke Puskesmas Way Tuba dan Rumah Sakit OKU Timur, Sumatera Selatan.
Saat ini, kata Jafril, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban yang mengalami luka ringan, luka berat, dan meninggal dunia.
Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro mengatakan, sebanyak 8 orang meninggal dalam kecelakaan tersebut.
"Korban meninggal terdiri dari 7 laki-laki dan 1 orang perempuan. Ada 2 orang jenazah yang belum diketahui identitasnya," kata Andy Siswantoro, Senin (16/9/2019).
"Jasad korban yang meninggal sudah dibawa pulang oleh keluarganya, sisanya dua orang saja belum diketahui identitasnya," kata Andy Siswantoro, saat dihubungi via telepon, Senin 16 September 2019 malam.
Selain korban meninggal, korban luka-luka berjumlah 22 orang.
Berikut, identitas korban meninggal dunia yang dihimpun dari RSUD Martapura, OKU Timur.
1. Mujani warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
2. Sarpan warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
3. Susanto warga Wonosegoro Boyolali, Jawa Tengah.
4. Slamet Riadi warga Kediri, Jawa Timur.
5. Wasidi warga Blitar, Jawa Timur.
6. Joko warga Lampung Tengah,
7. Suparti warga Nganjuk, Jawa Timur.
8. Belum terindentifikasi.
(Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/breaking-news-lakalantas-di-tol-lampung-kilometer-127-1-orang-meninggal-dunia.jpg)