Breaking News:

Tribun Lampung Barat

Banyak Petani di Lampung Barat Belum Perhatikan Kualitas Kopi

Pemkab Lampung Barat mengadakan Liwa Coffee Festival dalam rangka Hari Kopi Internasional di GOR Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu, Liwa, Kamis (26/9)

Tribun Lampung/Ade
Penilaian cita rasa kopi oleh juri dalam acara Liwa Coffee Festival di GOR Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu, Liwa, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Pemkab Lampung Barat mengadakan Liwa Coffee Festival dalam rangka Hari Kopi Internasional di GOR Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu, Liwa, Kamis (26/9/2019).

Lampung Barat sendiri merupakan penghasil kopi terbanyak di Lampung dengan market share 38 persen. Sementara di tingkat nasional 7 persen.

Namun, banyak petani di Lampung Barat yang belum memperhatikan kualitas kopi, sehingga harganya masih jauh dari harapan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Perikanan Lampung Barat Sumarlin mengatakan, uji cita rasa kopi tersebut merupakan supporting dari kegiatan Liwa Coffee Festival.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi pembelajaran petani dan pengusaha kopi Lampung Barat seperti apa kopi yang terkategorikan baik dan enak, yang bisa kita promosikan untuk mendapatkan harga yang lebih baik," ucap Sumarlin.

Ada 23 sampel kopi yang diuji dengan tiga pengolahan, yaitu natural process, honey process, dan full wash process.

Petani Tanggamus Rajai Lelang Kopi Robusta Lampung, Tertinggi Dihargai Rp 150 Ribu per Kg

Buka Liwa Fair, Arinal Janji Bantu Dongkrak Harga Kopi

"Hasil penilaian ini akan menjadi media kita dalam penyuluhan kepada petani ataupun pengusaha kopi. Kita bisa membandingkan produk satu dengan yang lainnya seperti apa, baik cita rasa, kelemahan sampai pengelolaannya. Sehingga ke depan, kopi Lampung Barat secara merata akan meningkat, baik dari kualitas hingga rasanya," ungkapnya.

Pihaknya berharap mendapatkan sisi positif dari kegiatan tersebut, yakni mengenalkan kopi Lampung Barat ke tingkat nasional.

"Kita berharap dari kegiatan ini nanti pengusaha ataupun petani dapat terus konsisten untuk meningkatkan mutu kopi, agar kopi Lampung Barat dapat dikenal secara nasional maupun internasional," harapnya.

Michael Iskandar, salah satu juri cita rasa dari Afaba Coffee Roastery, mengatakan, ada beberapa faktor yang dinilai dalam uji cita rasa kopi.

"Kriteria penilaian yaitu aroma, flavour, aftertaste, body, dan lainnya yang berasal dari aspek kopinya sendiri, ditambahkan kompleksitas rasa dengan manis tertinggi tanpa rasa cacat," jelasnya. (tribunlampung.co.id/ade irawan)

Penulis: Ade Irawan
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved