Tribun Lampung Barat

Kalahkan 22 Peserta, Mulyanto Juara Lomba Uji Cita Rasa Kopi, Juri: Saya Salah Total!

Kalahkan 22 peserta, Mulyanto, warga Sumberjaya, keluar sebagai pemenang lomba uji cita rasa kopi yang dihelat dalam kegiatan Liwa Fair 2019.

Kalahkan 22 Peserta, Mulyanto Juara Lomba Uji Cita Rasa Kopi, Juri: Saya Salah Total!
Tribunlampung.co.id/Ade Irawan
Para pemenang lomba uji cita rasa kopi dalam Liwa Fair 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Kalahkan 22 peserta, Mulyanto, warga Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya, keluar sebagai pemenang lomba uji cita rasa kopi yang dihelat dalam kegiatan Liwa Fair 2019.

Liwa Fair berlangsung sejak Kamis 26 September 2019 hingga Sabtu 28 September 2019 di Gor Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu, Lampung Barat.

Lomba uji cita rasa tersebut, diikuti oleh 23 peserta, baik dari petani kopi maupun pengusaha olahan kopi.

Lomba itu diuji oleh juri dari Jakarta dan Bandar Lampung yang telah melalui pelatihan dan mempunyai sertifikat sebagai penguji cita rasa kopi.

Mulyanto mengatakan keluarnya sebagai pemenang tidak lepas dari proses pembelajaran yang telah dilakukannya selama ini.

"Awalnya kami hanya petani kopi biasa, karena dengan adanya kemajuan pengelolaan kopi, maka kami belajar bagaimana mengelola dan mengolah hasil kopi yang baik agar rasanya enak dan nikmat," ucap Mulyanto kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu 28 September 2019 malam, saat menghadiri acara penutupan Liwa Fair 2019.

Hidupnya Bangkrut, Artis Ini Kini Jualan Kopi di Penjara

Pernah Bakar Mapolsek, Gembong Begal di Lampung Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi

Saat ditanya bagaimana proses pengolahan biji kopi, Mulyanto menjelaskan, beberapa proses yang panjang yang harus dipersiapkan dan dilalui.

"Proses pengolahan hasil kopi diawali dengan petik biji kopi merah, sehingga matangnya sempurna," ungkap Mulyanto.

"Selanjutnya kami sortir atau dirembang dengan cara merendam biji kopi, sehingga yang mengambang atau buruk kami buang dan kami ambil yang bagusnya saja," jelas Mulyanto.

"Proses selanjutnya yaitu penjemuran kopi menggunakan dom atau wadah khusus yang ditutupi dengan plastik UV (ultra violet), agar malam hari pun masih terasa panas dan dijemur sampai satu bulan lebih dengan tingkat kekeringan hingga 12 persen," papar Mulyanto.

Halaman
123
Penulis: Ade Irawan
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved