Tribun Metro

Pilwakot 2020, PKS dan Demokrat Tidak Buka Penjaringan

DPD PKS Kota Metro tidak membuka penjaringan calon wali kota dan wakil walikota untuk pilkada serentak tahun depan.

Pilwakot 2020, PKS dan Demokrat Tidak Buka Penjaringan
net
Ilustrasi 

Pilwakot 2020, PKS dan Demokrat Tidak Buka Penjaringan

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - DPD PKS Kota Metro tidak membuka penjaringan calon wali kota dan wakil walikota untuk pilkada serentak tahun depan.

Ketua PKS Kota Metro Ahmad Husaini mengatakan, pihaknya melakukan penjaringan tertutup dan ditargetkan menyerahkan dua paslon kepada DPW Lampung pada akhir Oktober. "Kita memang tidak membuka (penjaringan secara) terbuka," bebernya, Minggu (29/9).

Hal serupa dilakukan DPC Demokrat. Ketua DPC Demokrat Djohan yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota sebelumnya menyatakan akan maju sebagai calon wali kota. Sehingga partainya tengah mencari pasangan koalisi.

"Kita sedang koalisi dengan parpol-parpol. Nanti kalau sudah fix, baru kita buka untuk bakal calon wakil wali kota," ujarnya. Demokrat sendiri membutuhkan koalisi untuk bisa maju pilkada karena hanya mendapat tiga kursi pada Pileg 2019.

Terpisah, setelah daftar ke PDIP, anggota DPD RI Andi Surya mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon (balon) wali kota kepada tim penjaringan DPC partai Nasdem Metro, Sabtu (28/9).

PAN dan PKS Jajaki Koalisi Pilwakot Metro 2020

"Koalisi sangat diperlukan karena merupakan bagian dari demokrasi. Nasdem memiliki kader-kader aspiratif dan sambungan batin dengan masyarakat. Harapan saya bersama sama dengan tokoh-tokoh partai kita bisa membangun Metro dengan keterbukaan, kejujuran dan profesionalisme," imbuhnya.

Ia menilai, Metro memiliki SDM dengan tingkat pendidikan yang baik, sehingga dapat menjadi pilot project, tidak hanya di provinsi dan nasional, akan tetapi di tingkat internasional.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro Welly Adiwantra mengaku hingga saat ini dirinya masih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tidak mengikuti penjaringan balon wali kota maupun wakil wali kota.

"Saya masih PNS, tidak ikut (penjaringan)," ujar menantu Wali Kota Achmad Pairin. Sebelumnya, DPD II Golkar Metro menyebut tiga nama yang akan diusung dalam Pilkada Kota Metro 2020. Yakni Welly Adi Wantra, Ampian, dan Tondi MG Nasution.

Golkar Usung Menantu Pairin Maju Pilwakot Metro 2020

Namun kabar terbaru DPD II Golkar Metro justru mengumumkan penjaringan secara terbuka. Ketua DPD II Golkar Metro Achmad Pairin mengatakan, pihaknya telah membentuk Tim Penjaringan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan membahas persiapan jelang Pilkada serentak 2020.

"Rapat pembentukan Tim Penjaringan Pilkada Golkar ini berpedoman kepada Juklak 06/DPP/GOLKAR/VI/2016. Kami percayakan Tondi MG Nasution sebagai Ketua Tim Penjaringan," ungkapnya.

Penjaringan mulai 7 hingga 21 Oktober. Selanjutnya tahapan verifikasi dan rapat pleno tingkat kabupaten/kota pada 22 hingga 26 Oktober.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved