Unjuk Rasa Mahasiswa

BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy

BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy

BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy. 

BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sebanyak 300 orang Angkatan Muda Muhamadiyah (AMM) Kota Metro unjuk rasa di Bundaran Tugu Pena, Kota Metro, yang kemudian berlanjut ke depan Kantor Polres Metro, Senin 30 September 2019.

Aksi AMM Kota Metro tersebut merupakan aksi solidaritas menuntut polisi mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap Randy, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, yang tewas saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Ketua Pemuda Muhamadiyah Metro Suwarno mengatakan, ratusan mahasiswa dan pelajar tersebut melakukan aksi damai atas dasar solidaritas.

"Kami berharap Polri transparan dan objektif dalam menangani kasus penembakan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara," ujar Suwarno seraya mengatakan penanganan aksi mahasiswa oleh polisi sudah mengarah pada tindakan brutal, Senin 30 September 2019.

Tindakan brutal aparat kepolisian terhadap mahasiswa itu, kata Suwarno, sangat bertentangan dengan peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia, serta dalam penyelenggaraan tugas Kepolisian RI dan Perkapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa.

Suwarno juga menyampaikan, pihaknya turut berduka atas meninggalnya Randy dalam aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan sejumlah RKUHP yang dianggap menyengsarakan rakyat.

Massa Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Sudah Mulai Berkumpul, Ruas Jalan Medan Merdeka Sudah Ditutup

BREAKING NEWS - HMI Persiapan Kalianda Gelar Aksi Tolak RUU KPK dan KUHP, Sampaikan 3 Tuntutan

"Kami menilai cara brutal polisi tidak dapat meredam aksi, justru dapat memicu gelombang aksi yang lebih besar lagi," tegas Suwarno.

"Kepolisian harusnya belajar dari sejarah. Penembakan terhadap saudara Randy telah kami laporkan ke Komnas HAM dan Mabes Polri agar di usut tuntas," imbuh Suwarno.

Pihaknya juga meminta Kapolri Jendral Tito Karnavian dapat memimpin langsung investigasi kasus tersebut, serta menindak tegas oknum polisi yang bersikap respresif.

Suwarno juga mendesak pemerintah untuk bertindak tegas terhadap gerakan sparatis di Wamena dan wilayah Papua.

"Kami juga mendesak presiden untuk mengeluarkan perpu pembatalan UU KPK. Kami juga mendesak pemerintah untuk melakukan langkah tegas dalam menangani kasus Karhutla," pungkas Suwarno.

Mendikbud Muhadjir Effendy Keluarkan Surat Edaran, Larang Pelajar Ikut Unjuk Rasa Hari Ini

DPRD Lampung Teruskan Tuntutan Mahasiswa Aksi Unjuk Rasa Tolak Revisi UU KPK ke Gubernur Lampung

BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy
BREAKING NEWS - 300 Orang AMM Kota Metro Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Penembak Randy (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sementara itu, Kapolres Metro Ajun Komisaris Besar Ganda MH Saragih berjanji akan menindaklanjuti dengan menyampaikan aspirasi massa aksi ke tingkat yang lebih tinggi.

"Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa akan kami sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi," kata Ganda MH Saragih.

"Terkait hal ini, akan kami buat laporannya dan saya juga mengimbau semua pihak bersama-sama menjaga situasi kondusif," imbuh Ganda MH Saragih. (tribunlampung.co.id/indra simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved