Kasus Suap Mesuji

Keinginan Khamami Ditahan di Lapas Rajabasa Terkabul

Kasi Registrasi Lapas Kelas IA Bandar Lampung Mukhlisin Farid membenarkan bahwa pihaknya telah menerima terpidana perkara suap fee proyek Mesuji itu.

Keinginan Khamami Ditahan di Lapas Rajabasa Terkabul
Tribun Lampung/Hanif
Mata Bupati nonaktif Mesuji Khamami terlihat sembab seusai menjalani sidang vonis di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis (5/9/2019). Khamami divonis delapan tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus suap proyek infrastruktur di Mesuji. 

Kuasa hukum Khamami, Firdaus Barus, membenarkan permohonan kliennya ditahan di Lapas Rajabasa dikabulkan.

"Benar sudah pindah hari Jumat kemarin. KPK telah menerima dan kabulkan permohonan kami (untuk dieksekusi di Lapas Rajabasa)," tuturnya.

Dia menjelaskan, eksekusi dilakukan melalui Unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK.

"Jadi dari Labuksi melaksanakan eksekusi dengan memindahkan Pak Khamami ke Lapas Rajabasa," ucapnya.

Eksekusi putusan PN Tanjungkarang ini dilakukan mengingat Khamami tidak mengajukan banding terhadap vonis majelis hakim.

"Upaya hukum banding tidak kami ajukan, klien terima, dan untuk saat ini Pak Khamami akan jalani hukuman di Lapas Rajabasa," tutupnya.

Setali tiga uang, ternyata Taufik Hidayat juga tidak melakukan upaya banding.

Masyhuri Abdullah, kuasa hukum Taufik, mengatakan, kliennya menerima putusan majelis hakim.

"Tidak ajukan banding," ungkapnya.

Disinggung soal eksekusi, Masyhuri mengaku kliennya tetap ingin di Lapas Rajabasa.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved