Tribun Metro

Kota Metro Usul 700 Formasi CPNS dan 500 PPPK

Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait rekrutmen CPNS tahun 2019.

Kota Metro Usul 700 Formasi CPNS dan 500 PPPK
net
Ilustrasi.

Kota Metro Usul 700 Formasi CPNS dan 500 PPPK

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait rekrutmen CPNS tahun 2019.

Kepala BKPSDM Kota Metro Welly Adi Wantra mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima keputusan terkait rekrutmen CPNS daerah. Sehingga pihaknya belum mengetahui kapan pendaftaran dibuka.

Lowongan CPNS 2019 Sediakan 197.111 Formasi, Berikut Daftarnya

"Jadi kami hanya diminta untuk mengusulkan jumlah kebutuhan pegawai saja. Nah, soal kapan pelaksanaannya, kita belum mendapatkan informasi resmi. Kami juga masih menunggu," ujarnya, Selasa (1/10).

Adapun usulan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Metro yang telah disampaikan ke pusat sebanyak 1.200 pegawai. Dengan rincian, 700 untuk CPNS dan 500 untuk PPPK.

Welly menjelaskan, kekurangan jumlah pegawai mengingat banyaknya ASN yang telah dan memasuki masa pensiun. Itu juga ditambah dengan kekurangan jumlah pegawai dari tahun sebelumnya yang belum terpenuhi.

"Dari penerimaan sebelumnya, itu memang belum sepenuhnya terpenuhi, ditambah lagi dengan pegawai yang pensiun. Makanya kita usulkan untuk penambahan pegawai ke pemerintah pusat sekitar 1.200 itu," tuntasnya.

Seleksi CPNS 2019 Akan Diumumkan Oktober 2019

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Metro Djohan meminta pengangkatan tenaga honorer harus sesuai dengan kebutuhan. Sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran

"Kalau saya butuh penulis, misal berkaitan dengan humas, harusnya kan saya cari wartawan. Jadi yang saya angkat honor itu harusnya wartawan, karena dia punya kemampuan pada bidang itu, dia bisa nulis," bebernya..

Pun demikian jika kekurangan tenaga yang berkaitan untuk kebersihan, yang harus diangkat adalah orang yang mau dan bersedia menyapu atau melakukan kegiatan sejenis. Bukan lulusan sarjana. Tentu akan enggan bekerja sepenuh hati.

Artinya, terus Djohan, pengangkatan tenaga honorer mesti sesuai dengan kebutuhan dan juga kemampuan orangnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved