Mahasiswa Dibully Yasonna Laoly, Rocky Gerung Bela Mahasiswa Sebut 'Justru si Menteri yang Ngaco'
Rocky Gerung mengungkapkan kekecewannya atas ucapan Yasonna Laoly yang membully anak-anak Badan Eksektif Mahasiswa (BEM).
Penulis: Romi Rinando | Editor: Reny Fitriani
Menurutnya, rakyat sudah tahu bahwa presiden kerap sekali berbohong dan seharusnya pemerintah berusaha menghilangkan asumsi itu.
"Dibelakang kita sudah terbentuk pikiran bahwa pemimpinnya pembohong, mestinya itu yang diselesaikan," ujarnya.
Rocky Gerung lantas sepakat jika presiden dijuluki pinokio lantaran kerap berbohong.
"Berbohog itu problem etis, presiden berbohong makanya disebut pinokio, biar saja kita sebut itu karena itu faktanya," ujarnya.
Rocky Gerung lantas mengaku geram dengan buzzer-buzzer istana yang membully anak STM yang melakukan demo.
"Anak STM mengadakan demo, lalu buzzer istana membully anak STM, anak STM tidak bisa diajak debat, tetapi ada psikologi umum ada yang jelas dan tidak adil," pungkas Rocky.
Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly marah dengan aksi demonstrasi dan mempersoalkan argumen yang disampaikan para mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Yasonna di acara ILC yang tayang pada Selasa (24/9/19).
Yasonna Laoly mulanya mengatakan, jika ada orang ingin menyampaikan kritik maupun saran bisa disampaikan melalui lembaga konstitusi.
"Saya ini dari Sumatera. Terus terang, agak pedas. Pertama-tama saya jawab soal Undang-Undang KPK sudah disahkan pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Negara Republik Indonesia kita negara hukum," kata Yasonna Laoly.
Yasonna mengatakan bahwa ada lembaga MK yang menampung kritik soal undang-undang.
"Kalau satu undang-undang sudah disahkan, ada mekanisme konstitusional. Gugatlah di Mahkamah Konstitusi bukan di Mahkamah jalanan, itu yang pertama." ujarnya.
"Jadi kalau mau Perppu, Perppu baru disahkan, gugat di Mahkamah Konstitusi, thats the law. Thats the constituonal law (Itulah hukum konstitusi)," imbuhnya.
Yasonna lantas menyinggung mahasiswa yang demo kurang memahami isu undnag-undang.
"Yang kedua saya mendengar adik-adik, saya juga aktivis masa mudanya. Jadi kalau saya dulu mau berdebat, saya baca dulu itu barang sampai sejelas-jelasnya sampai saya baru perdebat," kata dia.