Mahasiswa FISIP Unila Meninggal

Sebelum ke Pemakaman, Ibunda Aga Masuk Kamar Tulis Surat Minta Maaf, Sebut 3 Orang Hanya Boneka

Sebelum ke Pemakaman, Ibunda Aga Masuk Kamar Tulis Surat Minta Maaf, Sebut 3 Orang Hanya Boneka

Sebelum ke Pemakaman, Ibunda Aga Masuk Kamar Tulis Surat Minta Maaf, Sebut 3 Orang Hanya Boneka
Kolase Facebook Eka Thirta Maharani/Tribunlampung.co.id Robertus Didik
Ilustrasi - Sebelum ke Pemakaman, Ibunda Aga Masuk Kamar Tulis Surat Minta Maaf, Sebut 3 Orang Hanya Boneka. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Rosdiana (52), ibunda Aga Trias Tahta (19), sempat tulis surat permintaan maaf sebelum ananda tercinta diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Aga Trias Tahta merupakan mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Lampung (Unila), yang tewas usai mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Cakrawala FISIP Unila, di Pesawaran, akhir September 2019.

"Sebelum almarhum (Aga Trias Tahta) dibawa ke pemakaman, ibu (Rosdiana) masuk kamar, terus corat-coret itu," cerita menantu Rosdiana, Amin Abdulrahman, Jumat 4 Oktober 2019.

Bahkan, dalam surat tersebut, Rosdiana juga menyebutkan nama tiga orang yang dianggapnya hanya menjadi boneka.

Beberapa hari pascakepergian sang putra tercinta, beredar tulisan tangan Rosdiana, yang mengenang Aga Trias Tahta.

Tulisan tangan tersebut, diketahui pertama kali dari unggahan akun Facebook Eka Thirta Maharani yang tidak lain adalah kakak perempuan Aga Trias Tahta.

 Polda Lampung Supervisi Kasus Kematian Aga Trias Tahta, Direskrimum: Pekan Depan Tetapkan Tersangka

 BREAKING NEWS - Mahasiswa Fisip Unila Aga Trias Tahta Meninggal Dunia Saat Ikut Diksar UKM

Aga Trias Tahta merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, pasangan Denny Muhtadin (53) dan Rosdiana (52) warga Dusun Wonokarto, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

Suami Eka Thirta Maharani, Amin Abdulrahman membenarkan, bila tulisan tangan tersebut merupakan tulisan ibu mertuanya, Rosdiana.

"Sebelum almarhum (Aga Trias Tahta) dibawa ke pemakaman, ibu (Rosdiana) masuk kamar, terus corat-coret itu," cerita Amin Abdulrahman, Jumat 4 Oktober 2019.

"Kemudian, dia (Rosdiana) keluar lalu dikasihkan ke istri saya, lalu saya foto, saya post (unggah)," ungkap Amin Abdulrahman.

Menurut Amin Abdulrahman, tulisan itu merupakan curahan hati seorang ibu yang ditinggal anak tercinta untuk selamanya.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved