Tribun Lampung Selatan

Nelayan Ketapang Kesulitan Dapatkan Solar untuk Melaut: Kalau di Eceran Harganya Tinggi

Para nelayan di pesisir pantai timur kecamatan Ketapang kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar untuk melaut.

Nelayan Ketapang Kesulitan Dapatkan Solar untuk Melaut: Kalau di Eceran Harganya Tinggi
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Ilustrasi - Nelayan Lampung Selatan Belum Terpengaruh Angin Kencang, BMKG Maritim Imbau Tetap Waspada. 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Para nelayan di pesisir pantai timur kecamatan Ketapang kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar untuk melaut.

Dalam sepekan terakhir para nelayan pun terpaksa tidak bisa melaut setiap hari. Karena mereka tidak mendapatkan solar untuk melaut.

“Biasanya kita membeli di SPBU Simpang Lima Ketapang. Tetapi ini kadang-kadang habis. Jadi kita tidak bisa melaut,” kata Yandi seorang nelayan, jumat (4/10).

Menurut dirinya, sepekan terakhir dirinya baru sudah 2 kali terpaksa tidak melaut, karena tidak mendapatkan pasokan solar. Padahal kehidupan sehari-hari keluarganya sangat tergantung dengan aktivitas dirinya melaut.

“Kalau di eceran sekarang harganya tinggi, bisa sampai Rp 10 ribu perliter. Itu pun susah juga mendapatkannya,” ujar Yandi.

TNI Gelar Upacara, Parade dan Defile Peringati HUT ke-74 TNI di Lapangan Saburai

Hal yang sama juga diungkapkan oleh nelayan lainnya Arman dari desa Berundung. Menurutnya, ia dan nelayan lainnya hanya bisa pasrah. Sebab pihak SPBU sendiri mengaku pasokan mereka memang dikurangi.

Mahasiswa FISIP Unila Meninggal, Viral Surat Curhat Sedih Ibu Almarhum, Ditulis Jelang Makamkan Anak

“Kalau kata orang SPBU, pasokan mereka dikurangi hingga 50 persen dari biasanya,” kata Arman.

Nelayan pun meminta kepada pemerintah kabupaten Lampung Selatan melalui dinas Perikanan untuk dapat membangun SPBU khusus untuk nelayan. Seperti di PPI Bom Kalianda.

“Kita ingin di wilayah pesisir pantai timur ini ada SPBN seperti di Kalianda. Kalau kondisi seperti ini susah mendapatkan solar, kan kita nelayan juga yang dirugikan,” terang Arman.(tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved