Pertumbuhan Positif BNI Syariah, Raih Laba Bersih Rp315,27 miliar di Triwulan II 2019.

Kinerja BNI Syariah triwulan II tahun 2019 yang mengalami pertumbuhan positif yaitu aset sebesar Rp42,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp315,27 mi

Pertumbuhan Positif BNI Syariah, Raih Laba Bersih Rp315,27 miliar di Triwulan II 2019.
Istimewa
HASANAH CARD produk BNI Syariah diperkenakan oleh Iwan Abdi, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan (kiri); Ariyanto Wibisono, Branch Manager KC Tanjung Karang (tengah); dan Ali Muafa, Regional Head Wilayah Jabodetabek Plus(kanan) kepada Wartawan Tribun Lampung, Rabu (2/10/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG - BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

Sejak berdirinya hingga saat ini, pertumbuhan perbangkan Syariah berada diatas pertumbuhan perbangkan konfensional. Hal tersebut sebagainya disampaikan SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan, Iwan Abdi di sela kunjungannya ke BNI Syariah Kantor Cabang Tanjung Karang, pada Rabu (2/10/2019).

"Hal tersebut tercermin dari Kinerja BNI Syariah triwulan II tahun 2019 yang mengalami pertumbuhan positif yaitu BNI Syariah membukukan aset sebesar Rp42,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp315,27 miliar." Ungkapnya.

Menurutnya laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat dan rasio dana murah yang optimal.

Per Juni 2019, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,66 triliun, tumbuh 26,03% atau sebesar Rp6,54 triliun (yoy) dengan komposisi pembiayaan yang seimbang dimana pada triwulan II tahun 2019, segmen Konsumer dengan kontribusi sebesar Rp14,53 triliun menyumbang 45,90%, diikuti segmen Komersial sebesar Rp9,14 triliun (28,88%), segmen Kecil dan Menengah Rp5,94 triliun (18,77%), segmen Mikro Rp1,69 triliun (5,34%), dan Hasanah Card Rp352,61 miliar (1,11%).

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah berusaha menjaga kualitas, seiring dengan komitmen bank mencanangkan “Quality Growth” pada tahun ini yang ditunjukkan dengan rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sampai Juni 2019 sebesar 3,03 persen, dengan tetap menjaga tingkat pencadangan pembiayaan yang memadai dengan Coverage Ratio di angka 91,39%.

Selain pembiayaan, pertumbuhan yang positif juga ditunjukkan melalui kapabilitas BNI Syariah dalam menghimpun DPK dimana hingga triwulan II 2019, BNI Syariah mencatat penghimpunan DPK sebesar Rp36,32 triliun, naik 12,13% yoy sebesar Rp3,93 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 3,2 juta. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 63,48%.

BNI Syariah juga menunjukkan tingkat profitabilitas yang baik yang ditunjukkan dengan rasio Return on Equity (ROE) mencapai 14,62% atau naik 4,11% dibanding periode sama 2018 10,51%.

Dalam mendukung terbentuknya ekosistem halal di Indonesia, BNI Syariah yang mengangkat value proposition Hasanah Banking Partner, terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak, baik Lembaga Pemerintahan, Institusi Pendidikan, Rumah Sakit, maupun Komunitas.

Dengan didukung teknologi dan jaringan sharia channeling office (SCO) dari BNI, BNI Syariah siap memberikan layanan yang terbaik, halal, dan sesuai dengan prinsip syariah, diantaranya pembiayaan Konsumtif untuk pembelian rumah atau kendaraan, pembiayaan Produktif (Modal Kerja, Investasi, dan Mikro), Tabungan Haji dan Umroh, Wakaf Hasanah, serta Hasanah Card.

Dalam kunjungan yang dilakukan tersebut, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan, Iwan Abdi turut didampingi oleh Regional Head Wilayah Jabodetabek Plus Ali Muafa serta Branch Manager KC Tanjung Karang Ariyanto Wibisono.

Beliau mengatakan, selain melakukan pengawasan lapangan mengenai kinerja usaha BNI syariah di Provinsi Lampung, kunjungan tersebut juga dalam rangka melihat potensi perbankan syariah di Lampung.

Menurutnya Perbankan syariah secara umum di Provinsi Lampung memiliki potensi yang sangat baik, meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi.

"Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan akses perbankan syariah di berbagai daerah serta emningkatkan literasi kepada nasabah dengan cara mengedukasi masyarakat mengenai layanan keuangan alternatif yaitu perbankan syariah," ujarnya.

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved