Melihat Lebih Dekat Proses Pembuatan Tahu Menggunakan CNG di Tahu Susu Lembang

Media Gathering PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Area Lampung mengunjungi Tahu Susu Lembang.

Tribunlampung.co.id/Dini
Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Area Lampung Mochamad Arif memberikan plakat kepada SPV Tahu Susu Lembang Rahmat Hidayat 

Selain itu, pengisian CNG juga lebih cepat, karena setiap hari ada gas transportation module (GTM) atau Gaslink Truck yang parkir didepan Tahu Susu Lembang.

Mobil itu selalu diganti setiap hari, sehingga kapan saja Tahu Susu Lembang butuh pengisian CNG, bisa dilakukan.

Memang satu tahun pertama menggunakan CNG, Tahu Susu Lembang harus melakukan berbagai penyesuaian. Salah satunya penyesuaian pada kompor. Lubang kompor harus dibuat lebih besar. Tapi penyesuaian itu berhasil dilalui

Dhine Herna menambahkan, CNG sangat mendukung pembuatan tahu susu Lembang yang cukup besar. Setiap hari senin-jumat, Tahu Susu Lembang membuat 30-40 adonan.

Sedangkan setiap hari sabtu-minggu membuat adonan bisa tiga kali lipatnya, karena dihari itu konsumen yang datang ke Tahu Susu Lembang jauh lebih banyak.

Ditambah lagi, tahu yang dibuat untuk tenant-tenant yang ada di Tahu Susu Lembang. Tenant disini yang menjual tahu, seperti kupat tahu, wajib membeli tahu di Tahu Susu Lembang.

Tenant itu diberi harga khusus untuk tahu yang dibeli. Pastinya harganya lebih murah dibanding dengan harga konsumen.

"Tenant disini ada dilantai atas dan dilantai bawah. Di lantai atas ada 9 tenant yang menjual oleh-oleh. Setiap sabtu dan minggu mereka harus membuat oleh-oleh langsung ditenant masing-masing.

"Tujuannya agar wangi oleh-oleh yang dibuat bisa tercium oleh konsumen, sehingga konsumen mau membelinya. Sedangkan di lantai bawah ada 16 tenant yang menjual makanan berat," ucap Dhine.

Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Area Lampung Mochamad Arif menambahkan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk berterima kasih pada Tahu Susu Lembang yang mau menggunakan CNG.

Halaman
123
Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved