Tribun Lampung Selatan

Petani Ruguk Kembangkan Kacang Tanah Siasati Kemarau Panjang

Menyiasati kemarau panjang, petani di desa Ruguk Kecamatan Ketapang memaksimalkan lahan kebun jagung mereka untuk mengembangkan tanaman kacang tanah.

Petani Ruguk Kembangkan Kacang Tanah Siasati Kemarau Panjang
Tribunlampung.co.id/Dedi
Panen Kacang Tanah di desa Ruguk oleh plt kepala dinas TPHP Lampung Selatan Noviar Akmal. 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Menyiasati kemarau panjang, petani di desa Ruguk Kecamatan Ketapang memaksimalkan lahan kebun jagung mereka untuk mengembangkan tanaman kacang tanah.

Petani pun tetap bisa mengoptimalkan lahan mereka untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan. Apalagi harga kacang tanah cukup baik dimana saat ini mencapai Rp. 9.500 perkilogram dalam kondisi basah.

Panen yang digelar petani pada hari ini senin (7/10), dihadiri oleh plt kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan, Noviar Akmal dan juga dari pihak dinas TPHP Provinsi Lampung, Mardiana.

Noviar mengatakan untuk tahun 2019 ini pemerintah kabupaten Lampung Selatan memiliki luas pengembangan untuk budidaya kacang tanah seluas 245 hektar. Dimana 145 hektar diantaranya merupakan program dari Kementerian Pertanian.

“Untuk di kecamatan Ketapang sendiri luas pengembangannya mencapai 20 hektar. Terutama di desa Ruguk,” ujar dirinya.

Ia mengatakan nilai ekonomi kacang tanah cukup tinggi. Rentang harganya bisa mencapai 10 ribu hingga Rp. 14 ribu perkilogram. Hasil panen kacang tanah pun cukup baik berkisar 2 ton perhektar.

“Kacang tanah ini bisa menjadi tanaman sela. Karena umur panenya hanya 90 hari. Bisa menjadi penyela tanaman jagung,” terang Noviar.

Sementara itu Mardiana dari dinas TPHP Provinsi Lampung mengatakan pemerintah pun kembali akan memberikan dukungan program untuk pengembangan kacang tanah. Bahkan pemerintah mendorong petani untuk juga bisa mengembangan kebun bibit.

“Kalau memang petani di desa Ruguk ini siap untuk pengembangan kebun bibit/benih kita akan dukung. Nantinya hasil benih/bibit dari petani ini akan kita gunakan untuk petani lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut ptl kepala Dinas TPHP Lampung Selatan, Noviar Akmal mendorong para petani yang membudidayakan kacang tanah untuk bisa mengambangkan inovasinya. Menurutnya, petani tidak harus menjual dalam bentuk panen kacang basah.

Tetapi bisa mengolah kacang tanah hasil panennya menjadi produk turunan lainnya. Seperti diolah menjadi kacang rebus, dibuat peyek kacang atau sambal pecel siap saji yang tentunya akan memiliki nilai tambah lebih besar bagi petani.

“Kita perlu berinovasi untuk bisa mendapatkan nilai tambah lebih. Karena itu saya menginginkan para petani juga memiliki inovasi. Hasil panenya diolah dengan olahan sederhana tetapi memiliki nilai tambah yang bisa dinikmati,” terang Noviar.(tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved