OTT KPK di Lampung Utara

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan Ungkap Kronologi Penangkapan Bupati Lampung Utara

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan Ungkap Kronologi Penangkapan Bupati Lampung Utara

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi - Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan Ungkap Kronologi Penangkapan Bupati Lampung Utara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konfrensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Senin, 7 Oktober 2019.

OTT KPK terhadap Agung Ilmu Mangkunegara tersebut didiga terkait suap proyek di Dinas PUPR Lampung Utara dan Dinas Perdagangan Lampung Utara.

Konfrensi pers dipimpin oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dengan didampingi Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah.

Basaria menyebut Bupati Lampung Utara menjadi kepala daerah ke-47 yang ditangkap tangan oleh KPK, dan kepala daerah yang ke-119 yang ditangani KPK sampai saat ini.

"KPK tak akan lelah mengingatkan kepada seluruh kepala daerah, satuan kerja perangkat daerah, inspektorat daerah, pihak rekanan pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan dan atau pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur, untuk menjalankan semua proses dengan cara-cara yang benar dan berintegritas," kata Basaria.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, jelas Basaria, KPK mengamankan 7 orang pada Minggu, 6 Oktober hingga Senin, 7 Oktober 2019 di Lampung.

BREAKING NEWS - Bupati Lampung Utara dan 6 Orang yang Terjaring OTT KPK Langsung Dibawa ke Jakarta

BREAKING NEWS - Ini 4 Ruangan di Pemkab Lampung Utara yang Disegel KPK

Adapun ketujuh orang tersebut, lanjut Basaria, AIM (Agung Ilmu Mangkunegara, tidak dibacakan) Bupati Lampung Utara 2014-2019 yang kemudian terpilih kembali untuk periode 2019-2024.

Kedua, RSY (Raden Syahril, tidak dibacakan) orang kepercayaan AIM, ketiga SYH (Syahbuddin, tidak dibacakan) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara, keempat FRA (Fria Apristama, tidak dibacakan) Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara.

"Kemudian, WHN (Wan Hendri, tidak dibacakan) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, CHS (Chandra Safari, tidak dibacakan) swasta, dan terakhir RGI (Reza Giovanna¸ tidak dibacakan) swasta," ungkap Basaria.

Hari ini, terus Basaria, satu orang rekanan di Lampung Utara, yaitu HWS (Hendra Wijaya Saleh, tidak dibacakan) menyerahkan diri ke kantor Kepolisian Resor Lampung Utara yang kemudian diantar ke kantor Kepolisian Daerah Lampung pada pukul 11.00 WIB.

Halaman
1234
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved