Film Joker: Orang Jahat adalah Orang Baik Tersakiti, Benarkan? Ini Kata Psikolog

Belakangan warga milenial kerap membuat ungkapan mengutip film Joker, Orang Jahat Adalah Orang Baik yang Tersakiti.

intisari online
(Ilustrasi) Film Joker: Orang Jahat Adalah Orang Baik yang Tersakiti, Benarkan Ungkapan ini? Ini Kata Psikolog 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Belakangan warga milenial kerap membuat ungkapan mengutip film Joker, Orang Jahat Adalah Orang Baik yang Tersakiti.

Ungkapan ini muncul setelah menonton film Joker. 

Bagi yang sudah menonton, Anda pasti tahu bahwa film garapan sutradara Todd Phillips ini menceritakan sisi kelam masa lalu Joker.

Joker sendiri diperankan oleh Joaquin Phoenix dan membuat orang terpukau dengan aktingnya.

Tapi di sisi lain, banyak orang yang menganggap film ini terlalu ‘dark’ alias sangat menakutkan.

Akibatnya, film ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Download Film Ishqiya Subtitle Bahasa Indonesia (Sub Indo), Video Download Film India Terpopuler

Download Film Firegate: Gerbang Neraka, Video Download Film Indonesia Terpopuler

Salah satunya yang menarik adalah munculnya kalimat 'Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti'.

Ada yang setuju. Ada juga yang tidak. Tapi bagaimana psikolog memandang pernyataan 'orang jahat adalah orang baik yang tersakit'?

Apakah kalimat tersebut benar, atau justru tameng untuk diri sendiri?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog sosial Solo Hening Widyastuti.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: taryono
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved