Mahasiswa FISIP Unila Meninggal

BREAKING NEWS - Keluarga Aga Trias Tahta Apresiasi Kerja Penyidik Polres Pesawaran

BREAKING NEWS - Keluarga Aga Trias Tahta Apresiasi Kerja Penyidik Polres Pesawaran.

BREAKING NEWS - Keluarga Aga Trias Tahta Apresiasi Kerja Penyidik Polres Pesawaran
Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Keluarga Aga Trias Tahta (19) berkumpul di ruang tamu rumahnya Dusun Wonokarto, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Keluarga Aga Trias Tahta (19), mengapresiasi kinerja penyidik Polres Pesawaran, yang telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus kematian mahasiswa FISIP Unila tersebut.

Aga Trias Tahta, merupakan mahasiswa FISIP Unila yang meninggal saat Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala pada Minggu 29 September 2019 lalu.

Kakak kandung almarhum, Gani Dewantara (27) mengatakan, keluarga sangat berterima kasih kepada Polres Pesawaran dan instansi terkait yang telah menangani kasus tewasnya Aga Trias Tahta.

"Mereka (Polres Pesawaran) telah bekerja luar biasa sehingga mendapatkan hasil, seperti penetapan dan penangkapan 17 tersangka," ungkap Gani, Rabu, 9 Oktober 2019.

Gani menambahkan, keluarga juga berharap agar Polres Pesawaran dan pihak terkait terus melakukan penyidikan hingga ke tahapan sidang dan penetapan hukuman untuk 17 tersangka tersebut.

Sehingga, kata Gani, kasus yang menimpa adiknya tersebut dapat terungkap kebenarannya dan para tersangka mendapatkan hukuman dengan seadil-adilnya.

BREAKING NEWS - 3 Tas dan 1 Boks Dibawa KPK dari Ruang Kerja dan Rumah Dinas Bupati Lampung Utara

BREAKING NEWS - 17 Mahasiswa Tersangka Kematian Aga Trias Tahta, Dekan FISIP: Hukuman Terberat DO!

Ini Kata Dekan FISIP Unila

Sebelumnya, Polres Pesawaran menetapkan 17 mahasiswa FISIP Unila sebagai tersangka sekaligus menahan para tersangka, dalam kasus kematian Aga Trias Tahta (19).

Aga Trias Tahta, merupakan mahasiswa FISIP Unila yang meninggal saat Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala pada Minggu 29 September 2019 lalu.

Dekan FISIP Unila Prof Syarif Makhya mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil dari kepolisian.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved