Kronologi Lengkap Kasus Tewasnya Mahasiswa Unila hingga Penetapan 17 Tersangka

kronologi lengkap kasus tewasnya Mahasiswa Fisip Unila hingga penetapan 17 tersangka.

Kronologi Lengkap Kasus Tewasnya Mahasiswa Unila hingga Penetapan 17 Tersangka
Dok Polda Lampung
Kronologi Lengkap Kasus Tewasnya Mahasiswa Unila hingga Penetapan 17 Tersangka 

AGA.. Mata mereka terbuka tapi mata hatinya tertutup, banyak yang mau bicara tetapi mereka dibungkam. Semua cari selamat. Mereka yang melihat tapi diam dengan bangga menjadi temannya.

AGA.. Allah tidak buta, tidak pula tidur, dia melihat semua, saat mereka merekayasa mengarang cerita penyebab kematianmu.

Sintia kalian cuma boneka karena kalian tidak punya hati, boneka tidak akan pernah menjadi seorang Ayah atau seorang Ibu..

AGA.. Tidurlah dengan tenang, tunggu hari peradilan, Insya Allah goresan luka dan titisan darahmu menghapus dosa-dosamu..

Di dunia, keluargamu berjuang mencari keadilan bagimu.

Seandainya kami kalah tapi AGA pasti menang..

3. 7 Oktober 2019

UKM Cakrawala dibekukan Setelah kejadian tewasnya Aga saat mengikuti diksar UKM Cakrawala di Padang Cermin, membuat Dekanat Fisip Unila membekukan UKM tersebut.

Pembekuan UKM pecinta alam itu termaktub dalam surat laporan Dekanat FISIP Unila bernomor 3933/UN26/6/DT/2019 yang ditujukan kepada rektor Unila. Dalam surat yang ditandatangani Dekan FISIP Unila Prof Syarif Makhya itu disebutkan UKM Cakrawala dibekukan per tanggal 7 Oktober 2019.

“Semua kegiatan UKM Cakrawala dihentikan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan,” kata Syarif, Selasa (8/10/2019).

4. 8 Oktober 2019

Kepolisian telah memeriksa panitia dan alumni UKM pecinta alam tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Asryad (Pandra) mengatakan, hingga pekan ini, penyidik Polres Pesawaran sudah memeriksa 17 orang panitia dan dua orang alumni.

Untuk saat ini, kata Pandra, yang disudah diperiksa adalah peserta diksar sebanyak 10 orang, termasuk yang sedang dirawat, orangtua korban Aga, para panitia dan alumni.

“Kasus ini kami menggunakan metode scientific crime investigation (CSI) yang dilakukan bertahap mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan visum et repertum,” kata Pandra, Selasa (8/10/2019).

Pandra menambahkan, pada pemeriksaan awal terhadap jenazah Aga, pihaknya menemukan sejumlah lebam mayat.

“Pemeriksaan itu visum luar. Karena saat kita minta visum dalam atau otopsi, keluarga menolak, dan itu dicatat dalam berita acara pemeriksaan,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBO Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah barang bukti, hasil olah TKP, dan keterangan para saksi.

Namun, untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini, akan disimpulkan setelah gelar perkara.

“Kita lihat nanti setelah ada kesimpulan, berapa jumlah tersangka dan peran masing-masing bagaimana,” kata dia.

Dia menambahkan, penyidik pun masih mendalami standar operasional prosedur (SOP) dan AD/ART UKM Cakrawala.

 5. 8 Oktober 2019

Polres Pesawaran menetapkan 17 panitia pendidikan dasar (diksar) UKM Cakrawala sebagai tersangka atas tewasnya Aga Trias Tahta (19) mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila).

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, ketujuhbelas panitia diksar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Selasa (8/10/2019) malam.

“Tadi malam sekitar pukul 19.00 WIB, kami melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. Sebanyak 17 orang panitia diksar telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Popon, Rabu (9/10/2019).

Gelar perkara itu dilakukan setelah penyidik memeriksa ketujuhbelas panitia sejak Senin (7/10/2019) dan pendalaman pemeriksaan pada Selasa (8/10/2019).

Pendalaman pemeriksaan tersebut, kata Popon, lantaran ada beberapa hal yang hendak diverifikasi ulang dari panitia diksar dan alumni UKM Cakrawala.

Popon menambahkan, ketujuhbelas tersangka yang sudah ditetapkan tersebut masih berstatus mahasiswa atau senior UKM Cakrawala yang masih kuliah bukan alumni.

“Setelah pendalaman (pemeriksaan), tidak ada keterlibatan alumni dalam peristiwa ini, tetapi senior yang masih berstatus mahasiswa,” katanya.

6. 9 Oktober 2019

Gelar perkara itu dilakukan setelah penyidik memeriksa ketujuhbelas panitia sejak Senin (7/10/2019) dan pendalaman pemeriksaan pada Selasa (8/10/2019).

Pendalaman pemeriksaan tersebut, kata Popon, lantaran ada beberapa hal yang hendak diverifikasi ulang dari panitia diksar dan alumni UKM Cakrawala.

Popon menambahkan, ketujuhbelas tersangka yang sudah ditetapkan tersebut masih berstatus mahasiswa atau senior UKM Cakrawala yang masih kuliah bukan alumni.

“Setelah pendalaman (pemeriksaan), tidak ada keterlibatan alumni dalam peristiwa ini, tetapi senior yang masih berstatus mahasiswa,” katanya. (Tribunlampung.co.id/Kompas.com/taryono)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved