Tribun Bandar Lampung

20 Dokter RSJ Kampanyekan Pentingnya Berkomunikasi Hindari Bunuh Diri

Sebanyak 20 dokter dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung mengkampanyekan kepada masyarakat agar peduli dengan kesehatan jiwa.

20 Dokter RSJ Kampanyekan Pentingnya Berkomunikasi Hindari Bunuh Diri
Tribunlampung.co.id/Bayu
20 Dokter RSJ Kampanyekan Pentingnya Berkomunikasi Hindari Bunuh Diri 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 20 dokter dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung mengkampanyekan kepada masyarakat agar peduli dengan kesehatan jiwa dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa 2019.

Dr Tendry Septa, Ketua komite medik sekaligus Kepala Bagian Diklat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Lampung mengataka kampanye ini sangat penting bagi masyarakat.

"Jadi bagaimana besama-sama untuk melakukan pencegahan agar masyarakat tidak bunuh diri, makanya kampanye ini RSJ mencoba menekan masyarakat untuk selalu berkomunikasi untuk hindari bunuh diri," terangnya saat ditemui di Tugu Adipura, Kamis 10 Oktober 2019.

“Kalau berdasarkan data dari WHO setiap 40 detik pasti ada kasus (orang) yang bunuh diri. Stigmasisasi bunuh diri merupakan aib mulai dari sisi keagaamaan,  makanya sulit untuk berkomunikasi,” katanya

Makanya diharapkan kepada masyarakat untuk mendeteksi kemungkin untuk orang itu bunuh diri, setiap 40 detik harus ada komunikasi. Karena bisa membantu kemungkinan orang untuk bunuh diri.

Apalagi saat waktu setres dengan persoalan yang ada makanya diharapkan berkomunkasi dengan orang sekitarnya. Diharapkan angka bunuh diri tersebut berkurang.

BERITA FOTO - Hari Kesehatan Jiwa 2019, Mahasiswa Kedokteran Unila Bagikan Pamflet di Tugu Adipura

Kalau bunuh diri itu menjadi persoalan secara meluas, jadi bukan dokter saja yang mencegahnya akan tetapi semua elemen termasuk keluarga wajib menjaga keluarganya.

Orang yang hendak bunuh diri itu diantaranya mereka ada dua cirinya yakni gangguan jiwa dan masalah kejiwaan. Gangguan jiwa itu seperti sifat yang ektrim dengan melukai diri sendiri.

 Lalu masalah kejiwaan yakni karena stres dalam keseharian dan tidak bisa berkomununikasi dengan siapa-siapa. Kampanye ini untuk menguggah agar kasus bunuh diri itu berkurang.

Kebanyakan usia yang sering melakukan bunuh diri itu rentang 18-25 tahun, diharapkan untuk mencegahnya sebagai orang yang waras harus menjadi pendengar yang aktif.

Lalu, jangan nasihatnya bentuknya jangan nasihat dan berikan gambaran kalau kita itu selalu ada. Dan kasus yang ingin bunuh diri itu mereka juga ada penyakit yang  kronis dimana tidak ada harapan hidup.

Dalam kesempatan tersebut puluhan calon dokter yang membagian leaflet dan membentangkan banner agar masyarakat itu care dengan daerah sekitarnya (masyarakat atau keluarga) untuk menghindari agar tidak bunuh diri.  

Satu persatu dokter muda tersebut membagikan leaflet dan pengendara ada yang mengambil leaflet yang dibagikan oleh peserta kampanye.(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved