Tribun Tulangbawang Barat

54 Desa di Tubaba Diguyur Program Pamsimas

Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Tulangbawang Barat Perana Putera membuka sosialisasi Program Penyediaan Air Minum

54 Desa di Tubaba Diguyur Program Pamsimas
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN SOSIALISASI - Pemkab menggelar sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tulangbawang Barat. Kegiatan berlangsung di ruang rapat wakil bupati, Panaragan, Kamis (10/10) 

54 Desa di Tubaba Diguyur Program Pamsimas

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Tulangbawang Barat Perana Putera membuka sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tulangbawang Barat. Kegiatan berlangsung di ruang rapat wakil bupati, Panaragan, Kamis (10/10).

Kegiatan tersebut diikuti kepala satker dan camat se-Tulangbawang Barat.
Perana mengatakan, program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan dan peri urban.

Tanpa Izin Lingkungan, BTS di Panaragan Disegel

"Program Pamsimas ini diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan derajat kesehatan masyarakat Tulangbawang Barat," terang Perana.

Program Pamsimas ini telah dilaksanakan mulai dari Pamsimas I periode 2008-2012, Pamsimas II periode 2013-2015, dan Pamsimas III periode 2016-2020.
Di Tubaba, Perana mengatakan, program Pamsimas telah masuk tahun keempat.

Adapun sampai tahun 2019 ini Pamsimas III melaksanakan pembangunan di 54 desa di Tubaba.

Ganti Rugi Mandek, Rencana Pelebaran Jalan Panaragan Terancam Molor

Dengan perincian, 43 desa dari dana APBN, 11 desa dari dana APBD Tubaba.
"Dari 54 desa yang didanai dari APBN maupun APBD tersebut 30 desa telah selesai dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2018, sedangkan 24 desa masih dalam tahap pelaksanaan kegiatan," papar Perana.

Dia mengatakan, sesuai amanat pemerintah pusat pembangunan sarana harus berkelanjutan.

Maka dari itu, ke depan diharapkan seluruh BP-SPAMS di desa-desa Pamsimas pasca pelaksanaan pembangunan senantiasa terpelihara dan terjaga kelestariannya oleh masyarakat secara partisipatif.

Dalam RPJPN 2005-2025 dan RPJM 2015-2019, pemerintah melalui program pembangunan nasional akses universal air minum dan sanitasi tahun 2019 menetapkan, Indonesia dapat menyediakan layanan air minun yang aman dan sanitasi yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved