Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf

Berita Artis - Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf

Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi - Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf 

Mereka di antaranya, yaitu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dan Perdana Mentei Australia Scott Morrison.

5. 711 Anggota MPR 

Selain tamu negara, pelantikan hari ini juga akan diikuti 711 anggota MPR yang terdiri atas DPR dan DPD. 

Pelantikan juga akan disaksikan oleh para menteri Kabinet Kerja di era Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat bertemu dengan sejumlah kepala negara di Istana Negara, Minggu pagi.

 Mereka di antaranya Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, PM Australia Scott Morrison, PM Singapura Lee Hsien Long, PM Kamboja Hun Sen dan Raja Eswatini Raja Mswati III. 

Setelah pelantikan, Jokowi juga akan bertemu sejumlah tamu negara, antara lain Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok Wang Qishan, Wakil Presiden Uni Myanmar Henry Van Thio dan utusan sejumlah negara lain.

6. Molor Satu Jam

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 molor hampir satu jam. 

Pelantikan Joko Widodo- Ma'ruf Amin seharusnya sudah dimulai pukul 14.30 WIB dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Namun, pantauan Kompas.com, acara baru dimulai pukul 15.29 WIB. 

Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin dihadiri sejumlah tamu penting.

7. Lima Pantun Ketua MPR

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo melontarkan lima pantun saat memimpin pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Pantun pertama disampaikan pria yang akrab disapa Bamsoet itu saat menyampaikan apresiasi kedatangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Prabowo-Sandiaga merupakan rival Jokowi-Ma'ruf saat Pemilu Presiden 2019 lalu.

"Terimalah ungkapan rasa terima kasih kami dalam sebait pantun," ucap Bamsoet.

"Dari Teuku Umar ke Kertanegara, dijamu nasi goreng oleh Ibu Mega. Meski Pak Prabowo tak jadi kepala negara, tapi masih bisa tetap berkuda dan berlapang dada," tuturnya.

Pantun kedua disampaikan untuk mengapresiasi Jusuf Kalla, yang baru saja melepaskan jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Kali ini, Bamsoet menggunakan Bahasa Bugis, sekaligus untuk menghargai Kalla yang berasal dari Sulawesi Selatan.

"Buah panasa buah durian, tampedding riala inungeng; temmaka raja pa'berena, temma ruleke papidecenna," ucapnya.

"Saya sengaja menyampaikannya dalam bahasa Bugis yang artinya kurang lebih sebagai berikut: 'Buah nangka buah durian tak dapat dijadikan minuman, sungguh besar pengabdian tak sanggup ditatar kebaikanmu'," tuturnya.

Tiga pantun terakhir dilontarkan Bamsoet secara berurutan sesaat sebelum mengakhiri pidatonya.

Ketiganya yaitu: "Bernyanyi berdendang sambil gembira, tanda hati sedang berduka cita. Jika berkuasa janganlah lupa, karena rakyatlah kita dipercaya". "

Jalan-jalan ke Gunung Jati, singgah di pasar beli kemiri. Kita semua harus siap mati, untuk mempertahankan NKRI".

"Terbang tinggi burung merpati, hinggap lama di pohon mahoni. Kami titip NKRI pada Pak Jokowi, agar rakyat hidup nyaman dalam harmoni".

(Tribunlampung.co.id/Taryono)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved