Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf

Berita Artis - Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf

Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi - Hadiri Pelantikan Presiden, Mulan Jameela Singgung Program Jokowi dan Maruf 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Mulan Jameela Anggota DPR RI ikut menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Pada momen itu, istri dari artis Ahmad Dhani ini menyaksikan langsung Prabowo dan Sandiaga Uno memberi ucapan selamat kepada Jokowi dan Maruf Amin.

Lewat akun Instagram @mulanjameela1, Minggu 20 Oktober 2019, Mulan mengunggah video detik-detik Prabowo dan Sandiaga berjabat tangan dengan Jokowi dan Maruf Amin.

"Bapak @prabowo dan Bang @sandiuno memberi selamat kepada Pak Jokowi dan Pak Kyai Ma’ruf Amin," tulis Mulan.

Tak lupa Mulan juga mengucapkan selamat kepada Jokowi dan Maruf seraya menyampaikan harapan pada keduanya.

"Selamat untuk Pak @jokowi dan Pak Kyai Ma’ruf Amin atas pelantikan sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. Semoga program 5 tahun kedepan yang sudah Pak Jokowi sampaikan saat pidato tadi bisa terealisasi. Aamiin," tulisnya.

Berikut ini fakta-fakta pelantikan Jokowi dan Maruf Amin yang dirangkum Tribun Lampung.

1. Terjunkan 30 ribu personel TNI-Polri

Sebanyak 30 ribu personel gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. 

Pengamanan ekstra itu dilakukan demi memastikan keamanan dan situasi kondusif di hari pelantikan.

"Pasukan yang dilibatkan 30 ribu dengan susunan tugas, Ring I dilaksanakan dan di bawah tanggung jawab Paspampres, Ring II di bawah tanggung jawab TNI, dan Ring III adalah di bawah tanggung jawab gabungan antara TNI-Polri dan unsur lainnya," ucap Hadi, Kamis (17/10/2019).

Pasukan pengamanan presiden (Paspampres) juga sudah mensterilkan gedung Nusantara DPR/MPR sejak Sabtu (19/10) malam. 

Pelantikan presiden dan wakil presiden hari ini akan digelar dalam sidang paripurna MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pukul 14.30 WIB.

2. Keluarkan Dana hingga 1 Miliar Sewa Mobil

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, pihak Sekretariat Presiden mengeluarkan dana hingga 1 Miliar untuk menyewa mobil.

Pelantikan petahana Presiden Joko Widodo dengan wakil barunya KH. Ma'ruf Amin dilaporkan menyewa mobil yang akan digunakan untuk tamu negara dan juga utusan negara yang akan menghadiri acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.

Diterangkan oleh pihak Sekretariat Negara, hal tersebut lantaran ingin memberikan pelayanan terbaik bagi kepala negara tetangga yang datang saat pelantikan yang direncanakan pada Minggu, (20/10/2019).

Seperti dikutip dari situs Setkab.go.id, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menuturkan mobil-mobil tersebut disewa khusus oleh pihaknya.

Mobil yang disewa tersebut dalam kondisi baru dari pabrik.

“Kami menyewa dengan persyaratan kami minta yang benar-benar baru dari pabrik. Dari anggaran kami kurang lebih Rp1 miliar,” tutur Heru di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/10).

3. Mengundang 1.100 orang

Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan, persiapan jelang pelantikan sudah mencapai 100 persen. Penataan duduk para tamu undangan telah diatur secara proporsional, mempertimbangkan kapasitas gedung.

Ia mengatakan, pada acara pelantikan pada Minggu (20/10/2019) besok, pihaknya akan mengundang 1.100 orang. Termasuk para pemimpin dari luar negeri.

"Saya kira ada sekitar 1.100-an lah, sesuai kapasitas yang ada di dalam," ujar Ma'ruf Cahyono di komplek parlemen, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Ia pun memastikan segala persiapan yang dilakukan mempertimbangkan standar terhadap para tamu internasional. Kendati saat disinggung mengenai anggaran yang dihabiskan dalam perhelatan ini, ia enggan menyebutkan secara detil.

Yang jelas, ia menegaskan anggaran pelantikan Presiden-Wakil Presiden menggunakan APBN 2019.

"Saya lupa. Kami akan melakukan (perhelatan pelantikan) sederhana tapi menerima tamu itu kan harus bersih-bersih, bukan kemewahan tapi itu standar kenegaraan," kata Ma'ruf, Jumat (18/10)

4. Dihadiri 19 Pimpinan Negara Tetangga

Tidak kurang dari 19 pemimpin negara tetangga akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen, Minggu (20/10/2019). 

Dilansir dari Kompas TV, para tamu negara tersebut sudah mulai mendatangi Gedung Kura-Kura. 

Mereka di antaranya, yaitu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dan Perdana Mentei Australia Scott Morrison.

5. 711 Anggota MPR 

Selain tamu negara, pelantikan hari ini juga akan diikuti 711 anggota MPR yang terdiri atas DPR dan DPD. 

Pelantikan juga akan disaksikan oleh para menteri Kabinet Kerja di era Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat bertemu dengan sejumlah kepala negara di Istana Negara, Minggu pagi.

 Mereka di antaranya Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, PM Australia Scott Morrison, PM Singapura Lee Hsien Long, PM Kamboja Hun Sen dan Raja Eswatini Raja Mswati III. 

Setelah pelantikan, Jokowi juga akan bertemu sejumlah tamu negara, antara lain Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok Wang Qishan, Wakil Presiden Uni Myanmar Henry Van Thio dan utusan sejumlah negara lain.

6. Molor Satu Jam

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 molor hampir satu jam. 

Pelantikan Joko Widodo- Ma'ruf Amin seharusnya sudah dimulai pukul 14.30 WIB dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Namun, pantauan Kompas.com, acara baru dimulai pukul 15.29 WIB. 

Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin dihadiri sejumlah tamu penting.

7. Lima Pantun Ketua MPR

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo melontarkan lima pantun saat memimpin pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Pantun pertama disampaikan pria yang akrab disapa Bamsoet itu saat menyampaikan apresiasi kedatangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Prabowo-Sandiaga merupakan rival Jokowi-Ma'ruf saat Pemilu Presiden 2019 lalu.

"Terimalah ungkapan rasa terima kasih kami dalam sebait pantun," ucap Bamsoet.

"Dari Teuku Umar ke Kertanegara, dijamu nasi goreng oleh Ibu Mega. Meski Pak Prabowo tak jadi kepala negara, tapi masih bisa tetap berkuda dan berlapang dada," tuturnya.

Pantun kedua disampaikan untuk mengapresiasi Jusuf Kalla, yang baru saja melepaskan jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Kali ini, Bamsoet menggunakan Bahasa Bugis, sekaligus untuk menghargai Kalla yang berasal dari Sulawesi Selatan.

"Buah panasa buah durian, tampedding riala inungeng; temmaka raja pa'berena, temma ruleke papidecenna," ucapnya.

"Saya sengaja menyampaikannya dalam bahasa Bugis yang artinya kurang lebih sebagai berikut: 'Buah nangka buah durian tak dapat dijadikan minuman, sungguh besar pengabdian tak sanggup ditatar kebaikanmu'," tuturnya.

Tiga pantun terakhir dilontarkan Bamsoet secara berurutan sesaat sebelum mengakhiri pidatonya.

Ketiganya yaitu: "Bernyanyi berdendang sambil gembira, tanda hati sedang berduka cita. Jika berkuasa janganlah lupa, karena rakyatlah kita dipercaya". "

Jalan-jalan ke Gunung Jati, singgah di pasar beli kemiri. Kita semua harus siap mati, untuk mempertahankan NKRI".

"Terbang tinggi burung merpati, hinggap lama di pohon mahoni. Kami titip NKRI pada Pak Jokowi, agar rakyat hidup nyaman dalam harmoni".

(Tribunlampung.co.id/Taryono)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved