Tribung Lampung Tengah

55 Mantri Hewan Lamteng Diberi Pelatihan Asisten Teknis Reproduksi

Sebanyak 55 orang mantri hewan (Paramedik Veteriner) mengikuti pelatihan asisten tekhnis reproduksi (ATR) dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan.

55 Mantri Hewan Lamteng Diberi Pelatihan Asisten Teknis Reproduksi
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Pelatihan ATR bagi Paramedik Veteriner 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,SEPUTIHBANYAK - Sebanyak 55 orang mantri hewan (Paramedik Veteriner) mengikuti pelatihan asisten tekhnis reproduksi (ATR) dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor di Kecamatan Seputih Banyak.

Sekretaris Disnakbun Lamteng, Nur Rokhmad menyatakan, pemerintah sangat konsen dalam penanganan masalah gangguan reproduksi pada ternak, khsususnya sapi.

Salah satu langkah yang diambil lanjutnya, dengan menggelar pelatihan ATR bagi para petugas Paramedik Veteriner yang selama ini mengabdi di wilayah Lamteng.

“Kita ketahui, masalah gangguan reproduksi (ternak sapi) sangat besar pengaruhnya terhadap penambahan populasi sapi yang berada di wilayah kita. Gangguan reproduksi yang dimaksud, yakni sapi memiliki angka kelahiran rendah dengan jarak kebuntingan cukup lama," kata Nur Rokhmad, Senin (28/10/2019).

Dengan pelatihan langsung dari petugas BBPKH Bogor yang memang menjadi reverensi pemerintah pusat, para petugas yang mengikuti kegiatan akan diberikan materi ATR agar kompetensinya meningkat.

Di samping itu, karena sebagian besar petugas Paramedik Veteriner di Lamteng memiliki latar belakang pendidikan non peternakan, pelatihan ini akan memberikan grade berjenjang untuk mendapatkan legalitas praktek. Sebab, Peraturan Menteri Pertanian, pada akhir Desember 2019 petugas harus sudah tersertifikasi semua.

Bupati Berikan Bantuan 282 Ekor Kambing Kepada Petani di Seputih Raman

"Untuk petugas sertifikasi kompetensi bagi yang non linier dibatasi sampai akhir Desember 2019 menurut peraturan (Menteri Pertanian). Menang kita akui selama ini petugas punya pengalaman yang bagus di lapangan. Karena mereka sudah bertahun-tahun melaksanakan aktivitas ini," katanya.

Namun secara legal kata Nur Rokhmad, mereka belum ada surat izin pelayan paramedik, sehingga untuk mendapatkan surat izin itu mereka harus memiliki sertifikasi dari lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikasi dari BBPKH Cinagara Bogor.

Ali salah seorang peserta asal Lamteng mengatakan, pelatihan ATR menjadi moment yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Karena menurutnya, butuh dana besar dan waktu yang lama untuk bisa mendapatkan pelatihan dan sertifikat sebagai Paramedik Veteriner.

Warga Kecamatan Seputih Banyak itu mnegatakan, sertifikat yang didapat dari pelatihan dikeluarkan langsung dari BBPKH Cinagara Bogor, yang merupakan lembaga resmi di bawah Kementerian Pertanian.

"Sertifikat ATR yang kita dapat dari sini merupakan salah satu syarat kita sebagai petugas untuk mendapatkan sertifikasi dan izin praktek sesuai dengan peraturan pemerintah. Sehingga kita tidak ilegal lagi saat praktik," ujarnya.

Kasi Pembibitan dan Produksi Budi Prasetyo menjelaskan, pelatihan ATR merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Lampung.

Total Paramedik Veteriner yang yang ikut serta dalam kegiatan itu sebanyak 88 peserta, tidak hanya dari Lamteng, tapi dari sejumlah kecamatan lainnya di Provinsi Lampung.

"55 peserta dari Lamteng, 22 dari Lamtim dan 11 peserta dari Lamsel. Dalam pelatihan, terbagi menjadi dua sesi. Pertama, teori dan praktik kandang, berlangsung dari 21 sampai 26 Oktober 2019, kedua mulai 26 Oktober hingga 2 November berlangsung di wilayah kerja masing-masing petugas, dengan melaporkan secara open kamera kepada koordinator," imbuhnya.(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved